Pengukuhan pengurus Dewan Pengurus Pusat (DPP) Asmindo. Foto: Dok. Asmindo
Pengukuhan pengurus Dewan Pengurus Pusat (DPP) Asmindo. Foto: Dok. Asmindo

Duh! UKM Bidang Mebel Kekurangan SDM, Butuh Kolaborasi dengan Kampus Nih

Citra Larasati • 29 September 2022 22:44
Jakarta:  Usaha Kecil dan Menengah (UKM) bidang mebel mengalami kekurangan Sumber Daya Manusia (SDM) perkayuan.  Untuk itu Asosiasi Industri Permebelan dan Kerajinan Indonesia (Asmindo) mendorong pelaku usaha, pemerintah, perguruan tinggi, bahkan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) agar berkolaborasi untuk memenuhi kebutuhan tersebut. 
 
Ketua Umum Asosiasi Industri Permebelan dan Kerajinan Indonesia (Asmindo), Dedy Rochimat mengatakan, kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan perguruan tinggi akan mampu menghasilkan Usaha Kecil Menengah mebel berkualitas.  Dedy menjelaskan, kolaborasi dengan perguruan tinggi dibutuhkan untuk keperluan penelitian dan pengembangan (research and development/RND). 
 
Perguruan tinggi juga diharapkan dapat memunculkan SDM tangguh di bidang permebelan.  "Kita masih kekurangan SDM kayu, apalagi menengah ke atas. Kita harus bikin secepat-cepatnya. Sumber daya Indonesia ini luar biasa. Ini yang perlu kita gali. Kita akan gali semuanya, tentukan arahan dan strateginya bagaimana," kata Dedy dalam pengukuhan pengurus Dewan Pengurus Pusat (DPP) Asmindo di Kantor Kementerian Koperasi dan UKM, Jakarta.

Bidik SMK

Sekretaris Jenderal DPP Asmindo, Agustinus Purna Irawan menambahkan, tidak hanya perguruan tinggi, pihaknya juga tak menutup kemungkinan untuk melirik sekolah menengah kejuruan (SMK) guna memenuhi kebutuhan SDM.  "Kita lihat seberapa besar mereka melakukan proses pembelajaran yang sesuai kebutuhan industri. Makanya, nanti dalam program ada penetapan kualitas SDM sebagai prioritas," ujar Rektor Universitas Tarumanagara (Untar) ini.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain itu, dalam rangka menghasilkan produk yang dapat diterima di pasar lokal maupun internasional, riset memainkan peranan penting. Karena, produk harus disesuaikan dengan perkembangan zaman.
 
"Kolaborasi riset dalam prototipe juga sangat penting, untuk menjaga kualitas ketika masuk pasar nasional maupun ekspor," jelas dia.
 
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki berharap agar industri furnitur tidak hanya dominan di pasal lokal, melainkan juga dapat bersaing di pasar global. Dia menyontohkan, UKM-UKM mebel di Tiongkok sudah mampu tembus ke pasar global.
 
"Mereka juga sudah lebih dahulu menguasai pasar dalam negeri. Kita harus seperti itu. Dan itu harus menjadi strategi kita ke depan," ujar Teten.
Baca juga: Minat Masuk SMK? Kenalan Dulu Sama 15 Jurusannya


 
(CEU)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif