Ilustrasi. Medcom.id
Ilustrasi. Medcom.id

Cucu Hasyim Asyari Bakal Layangkan Surat ke Kemendikbud

Pendidikan prasejarah Sekolah Kurikulum Pendidikan
Amir Zakky • 21 April 2021 13:28
Jombang; Keluarga besar Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur mempertanyakan isi kamus sejarah Indonesia Jilil I buatan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) lantaran tidak memuat catatan sejarah perjuangan pendiri NU KH Hasyim Asy’ari.
 
KH M Irfan Yusuf Hasyim, cucu Hasyim Asy’ari mengatakan, raibnya sejarah perjuangan pendiri NU ini dikhawatirkan akan memunculkan distorsi sejarah pada generasi bangsa yang akan datang. Pemerintah dalam hal ini Kemendikbud harus menjelaskan secara gamblang pada masyarakat secara luas.
 
“Iya kami memang sempat membicarakan itu dengan keluarga. Kami bertanya ini kenapa dihilangkan,” kata Irfan Yusuf Hasyim saat dikonfirmasi di Tebuireng, Selasa 20 April 2021.
 
Pria yang akrab disama Gus Irfan ini mengatakan, hilangnya nama Hasyim Asyari dari Kamus Sejarah Indonesia Jilid I tersebut diduga ada unsur kesengajaan. Pihak keluarga besar pondok pesantren akan segera melayangkan surat secara resmi ke pemerintah dalam hal ini Kemendikbud.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Saya lihat ada beberapa tokoh lain yang dimasukkan, namun KH Hasyim Asy’ari tidak ada. Ini seperti test the water. Okelah kemarin ada penjelasan bahwa ini program lama, tapi kami melihat terus berulang-ulang seperti itu, melemparkan sesuatu kemudian direvisi ketika ada reaksi. Ini kan aneh,” imbuhnya. 
 
Baca juga:  Hilangnya Nama Pendiri NU di Kamus Sejarah, Kemendikbud Minta Maaf
 
Gus Irfan berharap, Kemendikbud sebagai pembuat dari buku Kamus Sejarah tersebut harus objektif. Sebab, sejarah merupakan bentuk tranformasi pengetahuan yang penting bagi generasi bangsa yang akan datang.
 
"Sejarah itu harus objektif dan lurus. Yang layak masuk dimasukkan, yang belum layak jangan dipaksakan,” tandasnya.
 
Sebelumnya, Dirjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Hilmar Farid menyampaikan permintaan maaf atas hilangnya nama pendiri Nahdlathul Ulama (NU) KH. Hasyim Asyhari dari Kamus Sejarah Republik Indonesia. Ia mengakui, itu adalah murni keteledoran dan kesalahan teknis.
 
Hilmar memastikan tidak ada unsur kesengajaan untuk menghilangkan nama Hasyim Asyari.  "Memang ada kesalahan teknis dalam penyusunan dan kami memohon maaf karena ini kesalahan yang tidak perlu terjadi, buku yang belum siap tapi di-upload di website resmi," kata Hilmar dalam Bincang Pendidikan Kemendikbud, Selasa, 20 April 2021.
 
Himar mengatakan, awalnya buku kamus sejarah ini merupakan proyek di tahun 2017. Namun hingga tahun anggaran 2017 selesai, buku ini tak kunjung rampung.
 
(CEU)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif