Ada Sekolah Kelar UNBK Jam 7 Malam
Sejumlah siswa SMKN 2 Serang, Banten, mengikuti UBNK, Senin 2 April 2018, Ant - Asep Fathulrahman
Jakarta: Jumlah siswa SMK yang mengikuti ujian nasional di Indonesia sebanyak 1.468.000 orang. Sebanyak 98 persen siswa dari jumlah tersebut mengikuti ujian nasional berbasis komputer (UNBK).

Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) mencatat masalah teknis paling banyak dialami dalam pelaksanaan UNBK SMK tahun ini. Mulai dari mati listrik, soal tidak bisa di-klik, kekurangan komputer, hingga ujian yang baru selesai hampir pukul 19.00 waktu setempat.


Kendala teknis tersebut dilaporkan terjadi di beberapa wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) seperti Bima, Dompu, dan Lombok Utara. SMK Beringin Jaya Dompu misalnya yang mengalami luring (offline) pada peladen (server) akibat listrik padam.

"Ketika listrik menyala, harus melakukan pengaturan ulang server karena virtual machine mengalami gangguan. Di SMK Pariwisata juga terjadi komputer client yang tiba-tiba logout sendiri sehingga harus konfigurasi ulang," kata Sekjen FSGI Heru Purnomo dalam rilis yang diterima Medcom.id, Jakarta, Rabu, 4 April 2018.

Sementara di SMKN 4 Bima, pelaksanaan UNBK terpaksa menggunakan genset karena listrik mati sejak pagi. Sedangkan di SMKN 1 Bima terpaksa dilayani dengan token offline dari Dinas Provinsi NTB lantaran jaringan internet terputus akibat dari jaringan fiber optik Telkom terganggu.

Lain lagi dengan Lombok Utara, di SMKN 1 Pemenang dan SMKN 1 Tanjung ditemukan soal yang pilihan jawabannya tidak bisa di-click. Solusinya hanya dengan menggunakan papan tik (keyboard), itu pun untuk pilihan jawaban E tidak bisa diketik.

"Hal ini sudah ditanggapi oleh Puspendik Jakarta dengan memberikan link pengaduan permasalahan soal di laman UNBK masing-masing sekolah," papar Heru.

Namun demikian, pelaksanaan UNBK SMK di kota-kota lainnya berjalan dengan lancar tanpa kendala berarti. Di Jakarta, Jambi, dan Tasikmalaya seluruh sesi berjalan lancar karena dinas pendidikan dan pemerintah provinsi setempat telah bekerja sama dengan PLN agar tidak terjadi pemadaman listrik selama pelaksanaan UNBK berlangsung.

"Secara umum UNBK SMK berjalan  lancar, namun kendala-kendala teknis masih tetap terjadi walaupun dapat segera diatasi seperti kejadian di NTB. Kejadian kendala teknis seperti ini tentu bisa juga mempengaruhi psikologis anak dalam mengikuti ujian, bahkan dapat membuat siswa kelelahan menunggu karena ada sesi yang baru selesai hampir magrib," pungkas Heru.



(RRN)