Plt. Dirjen Dikti, Nizam. Foto:  Medcom.id/Ilham Pratama
Plt. Dirjen Dikti, Nizam. Foto: Medcom.id/Ilham Pratama

Pembukaan Prodi Baru Harus Dipikirkan Secara Matang

Pendidikan Pendidikan Tinggi Kebijakan pendidikan Kampus Merdeka
Ilham Pratama Putra • 07 Februari 2020 13:32
Jakarta:Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim menyebut, ke depan Perguruan Tinggi Negeri (PTN) maupun Swasta (PTS) akan memiliki otonomi dalam membuka program studi (prodi) baru. Namun pembukaan harus dipikirkan sematang mungkin oleh kampus.
 
"Prodi baru itu harus relevan, dan memang betul dibutuhkan industri," kata Plt. Dirjen Dikti, Nizam di Gedung Kemendikbud, Jakarta, Kamis 6 Februari 2020.
 
Agar prodi ini semakin mantap untuk diterima industri, Nizam mengusulkan ada diskusi antara kampus dengan pihak perusahaan. Karena komunikasi itu juga yang nantinya akan menjembatani lulusan untuk diterima di perusahaan tersebut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Tapi jangan sampai juga nanti ketika industri sudah sangat mengahrapkan, tapi regulasinya malah menghambat untuk lahirnya prodi baru," ujarnya.
 
Untuk itu pihaknya bakal membantu kampus untuk menggodok kurikulum bersama-sama. Agar lulusan dapat diterima oleh industri.
 
Sebelumnya, Mendikbud, Nadiem Makarim meluncurkan kebijakan baru bertajuk "Kampus Merdeka". Program ini merupakan kebijakan Nadiem di bidang Pendidikan tinggi yang merupakan lanjutan dari "Merdeka Belajar" yang pernah diluncurkan Desember 2019 lalu.
 
Terdapat empat penyesuaian kebijakan dalam "Kampus Merdeka" yang menjadi konsep "Merdeka Belajar". Salah satunya adalah kebijakan untuk memberikan otonomi bagi Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Swasta (PTS) untuk melakukan pembukaan atau pendirian program studi (prodi) baru.

 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif