Ilustrasi. Medcom.id
Ilustrasi. Medcom.id

Kemendikbud Meluruskan Makna 'PJJ Permanen'

Pendidikan Virus Korona Metode Pembelajaran
Ilham Pratama Putra • 06 Juli 2020 21:14
Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) meluruskan makna Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) akan dibuat permanen seperti yang disampaikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim beberapa waktu lalu.
 
Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK), Iwan Syahril menegaskan, bahwa yang dimaksud dengan PJJ permanen adalahmemperkuat pembelajaran berbasis teknologi meski situasi sudah tidak pandemi covid-19 lagi. Namun bukan berarti pembelajaran tatap muka serta merta hilang dari dunia pendidikan di Indonesia.
 
"Enggak sepenuhnya belajar daring. Tergantung guru dan kondisi siswa dan lain-lain," kata Iwan dalam Konferensi Video, Senin, 6 Juli 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara itu Plt. Kepala Badan Penelitian, Pengembangan dan Perburukan Kemendikbud, Totok Suprayitno menyebut PJJ permanen dimaksudkan untuk menghidupkan semangat berteknologi. Menurutnya teknologi sangat membantu meningkatkan kualitas pembelajaran.
 
"Nanti kalau sudah normal, ayokita pakai teknologi. Ini positif kok, dan report UNESCO juga mengatakan teknologi sangat membantu kualitas pembelajaran. Mumpung dipercepat karena pandemi, pas normal tetap digunakan," kata Totok.
 
Baca juga:Nadiem: Pembelajaran Jarak Jauh akan Permanen
 
Dengan begitu metode blanded learning bakal digencarkan. Satuan pendidikan harus mampu beradaptasi dengan teknologi sebagai kultur baru proses belajar.
 
"Itu yang sebenarnya untuk belajar, membuat kultur belajar efektif. Itu harusnya diatur untuk terjadi menjadi sesuatu yang baik," ujar Totok.
 
Lebih lanjut pihaknya bakal membuat regulasi 'PJJ permanen' tesebut. Dengan begitu pembelajaran dipercaya akan lebih kreatif dan inovatif.
 
"Akan kita mulai dengan pengenalan konsep, bagaimana yang berlebihan agar diperpendek. Materi yang tidak esensial itu tidak perlu, supaya tidak menambah beban. Perubahan prinsip tentang belajar yang bermakna. Itu hubungannya dengan jangan sekadar menuntaskan kurikulum, tapi belajar dengan penuh kedalaman," pungkas Totok.

 

(CEU)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif