The 4th International Conference on Pesantren (4th ICOP) 2026.
The 4th International Conference on Pesantren (4th ICOP) 2026.

4th ICOP 2026, Pesantren Siap Pimpin Optimalisasi Wakaf Nasional

Citra Larasati • 06 Juni 2026 17:46
Ringkasnya gini..
  • Bicara tentang wakaf, mungkin yang terlintas di pikiran kita hanya tanah kosong untuk masjid atau makam.
  • Di tangan yang tepat, wakaf bisa disulap jadi instrumen pendanaan super powerful ala passive income buat ngangkat derajat pendidikan, bisnis, sampai inovasi teknologi di Indonesia.
  • Mindset inilah yang di-highlight habis-habisan dalam The 4th International Conference on Pesantren (4th ICOP) 2026
Jakarta: Bicara tentang wakaf, mungkin yang terlintas di pikiran kita hanya tanah kosong untuk masjid atau makam. Di tangan yang tepat, wakaf bisa disulap jadi instrumen pendanaan super powerful ala passive income buat ngangkat derajat pendidikan, bisnis, sampai inovasi teknologi di Indonesia.
 
Mindset inilah yang di-highlight habis-habisan dalam The 4th International Conference on Pesantren (4th ICOP) 2026 yang digarap oleh Universitas Darunnajah di GOR Darunnajah, pada Sabtu, 6 Juni 2026. Mengusung tema “The Impact Mission: Unleashing the Power of Endowment & Waqf Funds for Islamic Education, Business, and Science & Technology”, forum bergengsi ini sukses mengumpulkan ribuan santri, ratusan kyai dari berbagai wilayah Nusantara, hingga petinggi pemerintahan.
 
Presiden Universitas Darunnajah, K.H. Hadiyanto Arief, S.H., M.Bs., menyoroti bahwa institusi pendidikan Islam sekarang harus level up. Nggak boleh lagi cuma sekadar bertahan, tapi harus berani memimpin pengelolaan wakaf modern yang dampaknya nyata.

“Sudah saatnya umat Islam, dan pesantren khususnya, kembali memimpin dalam mengelola wakaf secara profesional, produktif, dan berdampak. Itulah impact mission yang menjadi panggilan konferensi ini,” ujar Hadiyanto Arief dikutip dari siaran persnya, Sabtu, 6 Juni 2026.
 
Bukan sekadar teori, Darunnajah sendiri sudah membuktika. Berawal dari lahan yang ukurannya cuma 700 meter persegi, sekarang mereka sukses ngelola aset wakaf produktif seluas 1.200 hektar!
 
Aset raksasa ini bahkan berhasil menetaskan 23 kampus cabang, yang 14 di antaranya murni lahir dari wakaf masyarakat. Konsep dana abadi seperti ini sebenarnya udah lama jadi fondasi rahasia kampus raksasa dunia, seperti Universitas Al-Azhar di Mesir yang bisa berdiri kokoh lebih dari seribu tahun.

Tanah Wakaf Bisa Disewa Investor

Melihat potensi wakaf ini, pemerintah lewat Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, memberi lampu hijau dan dukungan penuh. Nusron menegaskan komitmen pemerintah buat ngebut sertifikasi tanah wakaf lewat jalur Isbat Wakaf biar aset umat aman dari sengketa.
 
Nusron juga melempar wacana regulasi game changer terkait Hak Guna Bangunan (HGB) di atas tanah wakaf. Biar tanahnya tidak hanya pasif dan menganggur, investor bakal diberi karpet merah buat mengembangkannya.
 
"Kami ingin membuat terobosan regulasi demi kepentingan pemberdayaan umat. Pihak ketiga atau investor nantinya dapat membangun infrastruktur komersial dan menyewa di atas tanah wakaf kepada Nadzir. Sehingga, tanah yang tadinya pasif bisa menghasilkan nilai keekonomian tinggi," papar Nusron.
 
Aturan ini digadang-gadang bakal jadi mesin pencetak cuan dan kemandirian finansial umat yang pamornya bisa ngalahin negara-negara Islam lainnya. Kalau sistem ini jalan, pesantren dan kampus Islam sudah tidak perlu pusing lagi mikirin dana operasional atau riset teknologi sains.
 
Sebagai informasi, ICOP ke-4 ini juga jadi ajang brainstorming level global. Sederet pakar internasional turun gunung membagikan insight mereka, mulai dari Dr. Nuruddin Anis (Sharjah University, UEA), Prof. Dr. S. Salahudin Suyurno (UiTM, Malaysia), hingga Prof. Dr. Aliyu Dahiru Muhammad (Nigeria). Acara ini juga diramaikan oleh pimpinan kampus dan pondok pesantren legend seperti Lirboyo, Al Falah Ploso, Buntet, UNIDA Gontor, dan Al-Amien Prenduan.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(CEU)




TERKAIT

BERITA LAINNYA