Mendikbud Targetkan Semua SMA/SMK Gelar UNBK Tahun Depan
Mendikbud memantau UNBK di SMKN 29 Jakarta, Senin, 2 April 2018, Medcom.id - Husen
Jakarta: Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) untuk tingkat satuan pendidikan SMK mulai digelar hari ini, Senin, 2 April 2018. Sebanyak 1.486.000 siswa SMK menjadi peserta Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) dan Ujian Nasional Kertas Pensil (UNKP).

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Kabalitbang) Kemendikbud Totok Suprayitno mengakui sudah 98 persen atau sekitar 1.460.000 siswa SMK mengikuti UNBK. Hanya daerah-daerah terdepan, terluar, dan tertinggal yang masih UNKP.


"UNBK dan UNKP SMK hari ini serentak secara nasional. Kalau untuk SMK di Jakarta sudah 100 persen," ujar Totok saat memantau UNBK di SMK Negeri 29, Jakarta, Senin, 2 April 2018.

Pada kesempatan yang sama Mendikbud Muhadjir Effendy akui, baru 19 provinsi yang sanggup menyelenggarakan UNBK 100 persen untuk tingkat SMK. Daerah lainnya, UNBK baru terselenggara sekitar 80 hingga 90 persen, terendah 60 persen.

Kemendikbud fokus mendorong SMK yang ada di luar Pulau Jawa untuk menyelenggarakan UNBK. "Kita akan lebih fokus pada wilayah-wilayah pinggiran yang selama ini masih belum siap untuk melaksanakan UNBK. Kita juga memberikan perhatian khusus kepada daerah-daerah yang masih menyelenggarkan UNKP, karena memang tingkat kelayakannya tentu saja masih terus ditingkatkan," kata Muhadjir.

Adapun wilayah yang masih belum sanggup menyelenggarakan UNBK 100 persen salah satunya adalah Maluku Utara (Malut). Beberapa daerah di provinsi tersebut masih belum terjangkau listrik dan internet sehingga pengiriman bahan ujian acapkali terkendala.

"Salah satu kabupaten di sana yaitu Kabupaten Morotai dan juga Kabupaten Taliabu. Di Taliabu misalnya, daerah ini bahkan bandara pun belum ada, jadi kalau dari Ternate kita butuh dua hari dengan kapal untuk sampai ke Kabupaten Taliabu," ungkapnya.

Daerah-daerah terpencil itu yang Muhadjir prioritaskan untuk mampu melaksanakan UNBK dengan memberikan bantuan komputer dan jaringan internet yang memadai. Dengan begitu Muhadjir yakin tahun depan seluruh SMA/SMK di Indonesia siap menyelenggarakan UNBK.

"Kalau SMA/SMK tahun depan sudah bisa kita laksanakan (UNBK 100 persen). Yang masih terkendala adalah SMP karena SMP banyak yang ada di remote area dan mudah-mudahan mulai tahun ini kita berikan afirmasi (bantuan) untuk SMP di wilayah perbatsan dan tertinggal bisa segera terpenuhi," pungkas Muhadjir.



(RRN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id