Organisasi Ekstra Kembali Masuk Kampus

Pengamat Pendidikan: Mahasiswa Bisa Lebih Melek Politik

Intan Yunelia 30 Oktober 2018 13:23 WIB
OKP Masuk Kampus
Pengamat Pendidikan: Mahasiswa Bisa Lebih Melek Politik
Aktivis mahasiswa dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) berunjuk rasa di gedung Dewan DPRK Aceh Utara, ANT/Rahmad.
Jakarta:Permenristekdikti Nomor 55 Tahun 2018 yang menandai boleh masuknya organisasi ekstra ke dalam kampus, membawa angin segar bagi pendidikan politik dan tumbuhnya iklim berdemokrasi di kalangan intelektual muda.  Kebijakan ini juga mampu membuat mahasiswa semakin melek politik.  

"Plus-nya, mahasiswa bisa lebih melek politik dan belajar pendidikan politik di kampus," terang Pengamat Pendidikan dari Universitas Paramadina, Mohammad Abduhzen , kepada Medcom.id, Selasa, 30 Oktober 2018.


Untuk diketahui, kebijakan Normalisasi Kehidupan Kampus/Badan Koordinasi Kemahasiswaan (NKK/BKK) di masa orde baru, telah membuat kehidupan kampus steril dari aktivitas politik. Organisasi seperti HMI (Himpunan Mahasiswa Islam), PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia) dan lainnya pun dilarang beraktivitas di dalam kampus. 

Baca: Waspadai Ikut Masuknya Politik Praktis ke Kampus

Meski begitu, kata Abduhzen, pemerintah tetap perlu mengantisipasi potensi timbulnya polarisasi kelompok-kelompok tertentu. Sehingga kampus menjadi ajang adu kekuatan.

"Budaya politik kita belum jadi politik yang sehat," tuturnya.

Untuk diketahui Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir mengeluarkan Permenristekdikti nomor 55 tahun 2018 tentang Pembinaan Ideologi Bangsa dalam Kegiatan Kemahasiswaan di Perguruan Tinggi. Aturan baru ini memberi lampu hijau kepada organisasi ekstra kampus atau Organisasi Kemsyarakatan Pemuda (OKP) untuk dapat kembali berkegiatan di kampus.

Salah satu pasal krusial dalam Permenristekdikti tersebut adalah, pasal 1 yang berisi, "Perguruan tinggi bertanggungjawab melakukan pembinaan ideologi bangsa, NKRI, UUD dan Bhinneka Tunggal Ika melalui kokurikuler, intrakurikuler, maupun ekstrakurikuler." 

Penerapannya, perguruan tinggi dapat membentuk organisasi yang berkaitan dengan ideologi bangsa, untuk mewadahi sejumlah organisasi ekstra yang selama ini dilarang masuk dan berkegiatan di dalam kampus.  Organisasi tersebut nantinya dapat berbentuk Unit Kegiatan Mahasiswa Pembinaan Ideologi Bangsa (UKM PIB).



(CEU)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id