Sebanyak 952 mahasiswa Universitas Budi Luhur (UBL) siap diturunkan mengikuti KKN Citarum Harum, Kemenristekdikti/humas.
Sebanyak 952 mahasiswa Universitas Budi Luhur (UBL) siap diturunkan mengikuti KKN Citarum Harum, Kemenristekdikti/humas.

UBL Terima Dana Hibah Kedua KKN "Citarum Harum"

Pendidikan Pendidikan Tinggi
Intan Yunelia • 18 Januari 2019 13:09
Jakarta:Universitas Budi Luhur (UBL) kembali menerima dana hibah untuk kedua kalinya dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Citarum Harum. Dana hibah ini diberikan oleh Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) kepada UBL, sebagai koordinator 100 PTS yang mengikuti KKN Citarum Harum.
 
Universitas Budi Luhur telah menerima kesempatan ini pertama kalinya pada 2018 dan diikuti di 2019 ini."Luar biasa kepercayaan pemerintah kepada Universitas Budi Luhur, sehingga kami terpilih sebagai koordinator sekitar 100 perguruan tinggi swasta (PTS) untuk program KKN Citarum Harum," kata Rektor UBL, Didik Sulistyanto di Jakarta, Jumat 18 Januari 2019.
 
Program Citarum Harum merupakan program Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk membersihkan Sungai Citarum yang disebut sebagai sungai terkotor di dunia. Program membersihkan Citarum ini ditargetkan selesai dalam tujuh tahun.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kali ini, UBL melepas 952 mahasiswanya untuk KKN angkatan ke-2 yang tersebar di 95 lokasi di enam provinsi. Mahasiswa melaksanakan KKN dalam waktu satu bulan. Dosen bimbingan lapangan yang terlibat dalam kegiatan KKN ini berjumlah 35 orang.
 
Baca:Bank Sampah, Program yang Dikenalkan Mahasiswa UBL saat KKN
 
Direktur Pembelajaran Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristdikti), Paristiyanti Nurwardani mengatakan, mahasiswa akan melaksanakan KKN agar mampu menjadi seorang pemimpin. Baik di Indonesia, ASEAN, maupun pemimpin dunia.
 
Kemenristekdikti, ujar Paristiyanti, memang sedang mendesain mahasiswa agar menjadi pemimpin dengan dua kompetensi. Pertama kompetensihard skillyangdiekspresikan melalui transkip. Keduasoft skillyang dapat dilihat dari kemampuankomunikasi. Baik komunikasi dengan teman beda jurusan maupun masyarakat di sana.
 
Kedua, mereka harus mampu melakukan koordinasi dan kolaborasi dengan teman dan dosen pembimbing lapangan. Ketigacritical thinking,mahasiwa harus peka terhadap kondisi sosial, peduli terhadap permasalahan masyarakat dan mahasiswa harus bisa mengidentifikasi masalah untuk mencari solusi bersama.
 
"Tidak kalah penting, soft skill lainnya yakni bertakwa, berakhlak mulia dan banyak sikap baik lainnya yang dirangkum menjadi berbudi luhur, seperti nama universitas ini," ucapnya.
 
Kegiatan yang dilakukan mahasiswa selama di lapangan antara lain, program Citarum Harum membangun 50 panel solar sel di wilayah Karawang dan Pandeglang. Dengan begitu diharapkan dapat memberikan listrik bagi masyarakat.
 
Selain itu bekerja sama dengan Yayasan Rimbo Kito, untuk mengembangkan SDM di suku Anak Dalam di kecamatan Tebo, Provinsi Jambi. Memperkenalkan program bank sampah di 90 lokasi, mewujudkan rumah cerdas berbudi luhur (rumah baca) di 95 kelurahan, dan membantu masyarakat untuk melek IT secara cerdas dan berbudi luhur.

 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi