Wall Street English. Foto: Medcom.id/ilham Pratama
Wall Street English. Foto: Medcom.id/ilham Pratama

Migrasi ke Kelas Daring, Siswa WSE Malah Naik 30% Saat Pandemi

Pendidikan Virus Korona Pembelajaran Daring
Ilham Pratama Putra • 28 Oktober 2020 08:08
Jakarta: Metode belajar dengan menjadikan bahasa Inggris sebagai gaya hidup komunitas, masih menjadi andalan lembaga pembelajaran di Wall Street English (WSE) meski di tengah pandemi covid-19. Meski harus bermigrasi ke kelas daring, hal itu ditempuh demi menjaga tradisi berinteraksi.
 
Namun kekuatan terbesar WSE itu, kini terhadang oleh pandemi covid-19. Interaksi secara langsung harus diredam sementara waktu oleh WSE untuk terus melanjutkan metode pembelajaran terbaiknya.
 
Namun WSE tak kehabisan akal. Pihaknya membangun komunitas daring, agar para pelajarnya terus bisa berinteraksi untuk meningkatkan kemampuan bahasa Inggris mereka.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Sekarang kita dalam proses memindahkan komunitas itu ke online. Kita meluncurkan program komunitas online, jadi tetap ada meet up, Saya yakin itu akan jadi satu keunggulan kami," ujar CEO WSE Indonesia, Kish Gill di Jakarta, Selasa, 27 Oktober 2020.
 
Kish pun menjelaskan, jika pihaknya sangat siap dengan kondisi pandemi ini. WSE bahkan telah meluncurkan WSE Goes Online (GO) untuk memfasilitasi pembelajaran bahasa Inggris bagi pelajar mereka yang saat ini tersebar di berbagai wilayah Indonesia juga mancanegara.
 
"Kami dengan cepat melakukan inovasi sistem pembelajaran. Terbuktimemberkami ternyata bertumbuh 30 persen selama pandemi. Setidaknya saat ini ada 150 kelas setiap hari yang kami jalankan," terang dia.
 
Baca juga:Mekanisme Asesmen Nasional Berbasis Sampel, Bukan Seluruh Siswa
 
Bahkan secara mengejutkan, kata Kish, para pelajar memiliki interaksi yang lebih tinggi saat beraktivitas secara daring. Beberapa di antaranya bahkan mendapat rekan kerja sama untuk bisnis.
 
"Saat mereka saling berkenalan, yang di Surabaya merasa menemukan partner bisnis dari Jakarta, akhirnya mereka menjalankan bisnis dan itu ketemu di kelas ini," ungkapnya.
 
Kish menerangkan, pembelajaran bahasa Inggris harus terus dijalankan dengan metode komunitas yang penuh dengan interaksi. Secara tidak langsung, semakin tinggi interaksi maka semakin tinggi pula tingkat kepercayaan diri menggunakan bahasa Inggris.
 
"Dan saat itu pula orang jadi memiliki kemampuan bahasa Inggris yang baik. WSE ingin mengajak masyarakat Indonesia untuk turut bangkit meningkatkan daya saing lewat kemampuan berbahasa Inggris, meski di tengah keterbatasan saat ini," pungkas Kish.

 
(CEU)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif