Kemendikbud Gelontorkan Rp959 Miliar untuk Perbaiki Kualitas Pendidikan NTT

Husen Miftahudin 08 Januari 2018 12:59 WIB
pendidikan
Kemendikbud Gelontorkan Rp959 Miliar untuk Perbaiki Kualitas Pendidikan NTT
Ilustrasi Pendidikan Matematika, Medcom.id - M Rizal
Kupang:Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy berkomitmen untuk mempebaiki dan meningkatkan kualitas pendidikan daerah timur Indonesia. Tahun ini, Muhadjir menggelontarkan anggaran sebanyak Rp959 miliar untuk perbaiki kualitas dan akses pendidikan di Nusa Tenggara Timur (NTT).

"Untuk pendidikan di NTT, tahun 2018 Kemendikbud anggarkan Rp959 miliar. Hal ini untuk memperbaiki kualitas pendidikan dan mempercepat ketertinggalan dari provinsi lainnya," ujar Muhadjir kepada wartawan di Resto Celebes, Kupang, Minggu, 7 Januari 2018.


Sebagian besar anggaran tersebut untuk pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) mulai dari Pendidikan Usia Dini (Paud), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), Sekolah Menengah Atas (SMA), dan Sekolah Luar Biasa (SLB).

Bantuan itu berbentuk swakelola yang diserahkan langsung kepada kepada kepala sekolah bersama komite. Sedangkan untuk pembangunanya akan melibatkan SMK setempat yang memiliki jurusan konstruksi dan Perguruan Tinggi yang memiliki jurusan Arsitektur dan Sipil untuk merancang sekaligus mengawasi jalannya pelaksanaan pembangunan. 

"Kita sedang menurunkan tim untuk mengkaji konstruksi yang ideal di NTT, sebab untuk cuaca panas di sini sebenarnya lebih bagus dinding gedek dibandingkan dengan tembok permanen. Kalau di sini ada yang meneliti soal ini, sebetulnya bisa menjadi keunggulan dan kearifan lokal tersendiri," tuturnya.

Selain USB, anggaran pendidikan juga akan digunakan untuk meningkatkan kualitas dan kompetensi guru baik berupa pelatihan, workshop, dan lain sebagainya. Hal ini mengingat hasil Ujian Nasional (UN) di NTT masih di bawah rata-rata nasional, walaupun tingkat kejujuran dan integritasnya tinggi. 

"Tingkat integritas saat ini sudah tidak lagi relevan setelah ujian menggunakan komputer. Jadi kita akan prioritaskan sarana dan peralatan komputer agar sekolah di NTT melaksanakan ujian dengan komputer semakin bertambah. Itu salah satu cara untuk memperkecil kemungkinan terjadinya kecurangan," tutup Muhadjir mengakhiri.



(HUS)