LDBI dan NSDC 2021. Foto: Dok. Kemendikbudristek
LDBI dan NSDC 2021. Foto: Dok. Kemendikbudristek

Resmi Ditutup, Ini Daftar Pemenang LDBI dan NSDC 2021

Pendidikan Prestasi Pelajar Kemendikbudristek
Citra Larasati • 17 Oktober 2021 07:07
Jakarta:  Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Aminudin Azis secara resmi menutup pelaksanaan Lomba Debat Bahasa Indonesia (LDBI) dan National Debating Championship (NSDC) 2021, Sabtu, 16 Oktober 2021.
 
Aminudin mengucapkan selamat kepada seluruh peserta yang telah berjuang, bersemangat belajar dan membangun eksistensi diri melalui aktivitas-aktivitas positif. "Apresiasi yang setinggi-tingginya juga saya sampaikan kepada para guru, orang tua, keluarga, dan seluruh ekosistem belajar yang selalu mendampingi, memotivasi, dan mendukung potensi anak-anak Indonesia dalam mengapresiasikan dirinya pada saat mengikuti kompetisi, lomba, serta wadah lainnya untuk pembuktian prestasi," kata Aminudin, Sabtu, 17 Oktober 2021.
 
Ia menyatakan bangga karena LDBI dan NSDC terus melahirkan terobosan-terobosan baru walaupun lombanya dilaksanakan secara virtual namun karena adanya pandemi covid-10.  Namun ternyata tetap mampu menumbuhkan semangat berlomba dan critical thinking, collaboration, communication, dan creativity bagi para generasi muda, khususnya pelajar di jenjang sekolah menengah atas.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca juga:  Jawa Tengah Kembali Raih Juara Umum di FLS2N 2021
 
Keempat kecakapan ini sangat dibutuhkan dalam menghadapi era digital dan era 5.0.  Sebuah era di mana tekanan bukan lagi kepada teknologi tetapi kepada human society, melainkan manusia menjadi komponen utama yang mampu menciptakan nilai baru dan mampu meminimalisir adanya kesenjangan pada manusia dan masalah ekonomi di kemudian hari. 
 
"Kepada seluruh peserta, saya ucapkan selamat, kalian telah menjadi juara LDBI dan NSDC Tahun 2021," ucap Aminudin.
Berpikir Kritis
Plt Kepala Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) sekaligus Ketua Panitia LDBI dan NSDC 2021, Asep Sukmayadi mengatakan, bahwa Lomba Debat Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris merupakan sarana melatih siswa untuk berpikir kritis.
 
Menurut Asep, berpikir kritis merupakan satu kemampuan kompleks yang dibentuk dari berbagai aspek berpikir dan berkomunikasi. "Dengan kerangka berpikir kritis ini seseorang diharapkan dapat memutuskan berdasarkan alasan alasan logis dan terstruktur," kata Asep.
 
Kemampuan berpikir kritis, kata Asep, harus menjadi prioritas dalam pendidikan.  Salah satunya karena dengan kemampuan berpikir kritis seseorang dapat melihat sebuah permasalahan dengan lebih kompleks dan menerapkan pengetahuan dalam memutuskan dan memecahkan masalah. 
 
LDBI dan NSDC merupakan lomba debat bagi peserta didik yang mempunyai bakat dan minat dalam debat. Kompetisi ini merupakan ajang unjuk kemampuan dan kreativitas berdebat dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan tentang isu-isu global masa kini dengan dukungan kemampuan berpikir kritis serta mampu mengembangkan potensi secara menyeluruh dan seimbang pada semua aspek kecerdasan. 
 
LDBI sudah dilaksanakan secara daring pada tanggal 3-9 Oktober 2021, sedangkan NSDC yang sekarang diselenggarakan, dilaksanakan pada tanggal 11-17 Oktober 2021. Pada tahun ini, LDBI dan NSDC memiliki Speak of Your Mind, Speak for Indonesia.
 
Seleksi LDBI dan NSDC dilakukan secara berjenjang mulai dari tingkat provinsi melalui aplikasi pendaftaran yang disediakan oleh Pusat Prestasi Nasional. Jumlah peserta yang mengikuti seleksi tingkat Provinsi sejumlah 3.207 siswa untuk LDBI dan 2.150 siswa untuk NSDC yang mewakili 34 Propinsi dan 7 wilayah Sekolah Indonesia Luar Negeri.
 
Adapun dari seleksi tingkat provinsi tersebut terpilih sejumlah 105 siswa untuk LDBI tingkat nasional dan 105 siswa untuk NSDC tingkat nasional.  Pada tahun ini terdapat beberapa sekolah yang berasal dari Sekolah Indonesia Luar Negeri yang juga mengikuti LDBI dan NSDC tingkat provinsi SILN Propinsi wilayah Singpura, Kinabalu dan Kuala Lumpur, Malaysia, Bangkok - Thailand, Cairo, Riyadh, Jeddah - Arab Saudi.
 
"Sedangkan siswa SILN yang lolos ke tingkat nasional berasal dari Kuala Lumpur, Riyadh dan Jeddah," terangnya.
 
Selain berlomba, para finalis LDBI dan NSDC sudah mengikuti beberapa aktivitas lain seperti seleksi awal, Dummy Round, dan juga workshop untuk menambah pengetahuan tentang teknik berdebat, kemampuan berkomunikasi, dan lain sebagainya.  Juri-juri LDBI dan NSDC berasal dari Universitas/Perguruan Tinggi Negeri, Swasta, Instansi Pemerinatah dan Swasta serta Komunitas yang terakreditasi nasional maupun internasional.
 
 
  • Halaman :
  • 1
  • 2
Read All



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif