Wakil Direktur PT Indonesia Entertainment Group (IEG) Indra Yudhistira (kanan). Foto: ATVI
Wakil Direktur PT Indonesia Entertainment Group (IEG) Indra Yudhistira (kanan). Foto: ATVI

Buka Masa Kuliah, ATVI Bahas Disrupsi akibat Teknologi Internet

Pendidikan indonesia media televisi televisi digital Pendidikan Tinggi
Media Indonesia.com • 05 September 2021 06:06
Jakarta: Perkembangan pesat internet berperan besar dalam disrupsi teknologi saat ini. Pola masyarakat menikmati hiburan dan berita tidak lagi hanya melalui televisi. Gawai atau telepon pintar sudah bisa menjadi alternatif.
 
"Internet menyebabkan pengguna telepon genggam memegang kontrol atas semua konten yang akan mereka lihat," ujar Wakil Direktur PT Indonesia Entertainment Group (IEG), Indra Yudhistira, ketika memberikan pandangannya tentang perubahan media dalam acara Pembukaan Masa Kuliah  Akademi Televisi Indonesia (ATVI) Tahun Akademik 2021-2022” yang dilaksanakan melalui daring, Sabtu, 4 September 2021.
 
Menurut Indra, jumlah orang menonton acara televisi memang masih tinggi. Namun, wadahnya sudah tidak melulu melalui televisi. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Dalam situasi seperti itu, dibutuhkan peningkatan keahlian dan perubahan pola pikir. Jangan hanya berpikir untuk platform saja, tapi kontennya," ujar wakil direktur PT Indonesia Entertainment Group (IEG) itu.
 
Menurutnya, institusi pendidikan formal seperti ATVI masih tetap diperlukan. Sebab, kampus akan memberikan bekal dan pengatahuan yang mumpuni. 

Sarjana terapan

Ketua Yayasan Indosiar, Maria Suryani, mengatakan teknologi komunikasi berkembang pesat. Hal ini memicu perubahan yang amat cepat pula, apalagi dengan adanya pandemi covid-19.
 
"Situasi ini merupakan tantangan yang harus diatasi, diantisipasi, dan dijawab. Cara yang terbaik menghadapi perubahan adalah beradaptasi. Artinya, kita pun harus berubah jika tidak ingin dilindas oleh perubahan," ujar Maria.
 
Untuk itu, ATVI tengah memproses perubahan program studi dari diploma 3 menjadi diploma 4 atau sarjana terapan) dalam bidang produksi konten media digital. Selain itu, ATVI tengah mengolah kurikulum baru dengan fokus pada keterampilan digital. 
 
"Kami juga tengah mempersiapkan infrastruktur pendidikan yang lebih memadai dalam bentuk gedung baru dan kemudahan pendidikan yang lain," kata dia.
 
Direktur ATVI Eduard Depari mengajak mahasiswa baru mengubah pola pikir. Dari sekadar penerima pengetahuan, menjadi pembelajar dan pengolah pengetahuan. 
 
"Sehingga, memahami apa yang dipelajari dan dapat memanfaatkannya dalam hidup di kemudian hari," kata dia.
 
Menurut Eduard, teknologi digital mendisrupsi pola komunikasi massa. Media cetak hampir sirna perannya. Pola belanja daring menyusutkan peran pasar. 
 
"Bagaimana pendidikan mengatasi masalah tersebut? Sehingga, disrupsi tidak berdampak negatif pada output (keluaran) pendidikan," katanya.

 
(UWA)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif