Sesjen Kemendikbud, Ainun Na'im kiri dan PlT Dirjen Dikti (Keduan dari kanan) saat turun menangani insiden susur sungai siswa SMPN I Turi. .  Foto: Kemendikbud/Humas
Sesjen Kemendikbud, Ainun Na'im kiri dan PlT Dirjen Dikti (Keduan dari kanan) saat turun menangani insiden susur sungai siswa SMPN I Turi. . Foto: Kemendikbud/Humas

Nadiem Instruksikan Investigasi Kasus Susur Sungai SMPN I Turi

Pendidikan perlindungan anak Siswa SMPN 1 Turi Hanyut
Muhammad Syahrul Ramadhan • 24 Februari 2020 08:54
Jakarta: Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Anwar Makarim meminta timnya untuk melakukan investigasi di lapangan terkait insiden siswaSekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Turi yang terseret arusdi sungai Sempor, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Instruksi itu ia sampaikan kepada tim Direktorat Pendidikan Anak Usia Dini, Dasar, dan Menengah (Ditjen PAUD Dasmen) bersama tim dari Inspektorat Jenderal Kemendikbud.
 
Saat ini, Sekretaris Jenderal (Sesjen) bersama para pejabat Kemendikbud lain sedang berada di lokasi untuk meninjau dan memberikan arahan penanganan secara langsung. "Kami bersama pemerintah setempat dan pihak berwajib terjun langsung ke lapangan untuk menelusuri apa yang menyebabkan hal ini bisa terjadi," ungkap Nadiemdalam siaran persnya di Jakarta, Minggu, 23 Februari 2020.
 
Nadiem secara khusus juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga siswa SMPN 1 Turi yang menjadi korban jiwa dalam insiden tersebut. Saat ini tim Kemendikbud telah bekerja sama dengan pemerintah daerah serta pihak-pihak terkait untuk memastikan evakuasi dan penanganan para korban menjadi prioritas.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Saya menyampaikan belasungkawa dari lubuk hati yang paling dalam atas tragedi ini. Semoga orang tua serta keluarga siswa yang menjadi korban jiwa dapat diberi kekuatan menghadapi cobaan ini," ujar Nadiem.
 
Baca juga:Tersangka Susur Sungai Melakukan Kelalaian
 
Terkait siswa yang mengalami luka-luka serta trauma karena kejadian itu, mantan bos Gojek ini berharap segera mengalami kesembuhan serta pemulihan. Insiden yang terjadi pada Jumat, 21 Februari 2020 ini, kata Nadiem, menjadi contoh bagi setiap sekolah untuk terus berhati-hati dan waspada dalam melaksanakan aktivitas di luar sekolah.
 
“Sekolah mesti benar-benar memastikan semua kegiatan di bawah pembinaan sekolah agar dapat mengutamakan keamanan dan keselamatan siswa. Itu yang terpenting. Jadi harus dipertimbangkan secara matang," tegas lulusan Harvard University ini.
 
Berdasarkan laporan terakhir yang diterima dari tim Kemendikbud di lapangan, sebanyak 249 siswa kelas VII dan VIII SMPN 1 Turi mengikuti kegiatan susur sungai sebagai bagian dari Mancakrida ekstrakurikuler Pramuka.
 
Baca juga:Seluruh Siswa SMPN 1 Turi yang Hanyut Ditemukan
 
Sebanyak 216 siswa selamat, kemudian sebanyak 21 dengan kondisi luka ringan, dan 2 siswa mengalami luka berat dan telah dirawat inap di Puskesmas. Jumlah korban jiwa sebanyak sembilan siswa atas nama Nur Azizah (15), Latifah Zulfa (15), Sovie Aulia (15), Arisma Rahmawati (13), Khoirunnissa Nurcahyani Sukmania (14), Evieta Putri Larasati (13), dan Fanesha Dida (13). Dua orang korban jiwa masih belum teridentifikasi.
 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif