Ilustrasi. Medcom.id
Ilustrasi. Medcom.id

Masih Zona Merah, Jayapura Belum Buka Belajar Tatap Muka

Pendidikan Virus Korona sekolah
Antara • 15 Agustus 2020 17:10
Jayapura: Kota Jayapura, Papua, belum melakukan kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka. Sebab, 95 persen wilayah itu masuk kategori zona merah penyebaran virus korona (covid-19).
 
"Memang KBM di Kota Jayapura masih belum tatap muka akibat masih tingginya kasus covid-19," kata Wali Kota Jayapura Benhur Tomi Mano melansir Antara, Sabtu, 15 Agustus 2020.
 
Ia mengungkapkan, beberapa sekolah coba memodifikasi sistem pembelajaran sejak pandemi mulai merebak, Maret lalu. Sekolah-sekolah menerapkan sistem daring, namun pemberian tugas disampaikan langsung ke orang tua masing-masing.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Sekolah-sekolah menerapkan sistem daring dan pemberian tugas ke para pelajar khususnya tingkat SD yang nantinya diberikan langsung ke guru oleh orang tua masing-masing setiap akhir pekan," ujarnya.
 
Menurut dia, pola ini dilakukan karena tidak semua orang tua melengkapi anaknya dengan telepon pintar. Makanya, tugas diberikan saat orang tua membawa hasil pembelajaran anaknya selama sepekan ke sekolah.
 
Ia berharap guru dan orang tua aktif dalam membantu anak-anak belajar di rumah sehingga nantinya pelajaran tidak tertinggal. Peran orang tua sangat penting dalam ikut mengawasi anak belajar di rumah.
 
Baca:Kekurangan Masker, Disdik Papua Minta Sekolah Tidak Dibuka
 
Rima, salah satu guru SMK mengaku sistem yang diterapkan di sekolahnya adalah memberikan tugas yang dikumpulkan sepekan sekali. Namun, bila murid kesulitan dalam mengerjakannya baru dipandu melalui aplikasi Zoom.
 
Tidak semua pelajar memiliki kouta untuk internet sehingga pihaknya hanya melakukan tatap muka melalui live streaming bila mereka kesulitan mengerjakan tugas.
 
Namun, karena sekolah kejuruan, maka untuk pembelajaran praktik tertentu, pelajar diminta hadir ke sekolah dengan tetap mematuhi protokol kesehatan. Para siswa juga diwajibkan menggunakan masker dan praktik dilakukan bergantian.
 
"Sekolah kami bila ada jam praktik maka dilakukan tidak bersamaan, melainkan satu kelas dibagi dua sehingga protokol kesehatan tetap diterapkan," jelas Rima yang mengajar di salah satu SMK di kawasan Dok V Jayapura.
 
(AGA)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif