Siswa tengah membaca buku pelajaran di dalam kelas. Foto:  Kemendikbud/Dok. BKLM.
Siswa tengah membaca buku pelajaran di dalam kelas. Foto: Kemendikbud/Dok. BKLM.

PPDB, Kemendikbud Pastikan Daya Tampung Sekolah Cukup

Pendidikan Virus Korona PPDB 2020
Ilham Pratama Putra • 28 Mei 2020 20:02
Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memastikan tidak akan ada persoalan terkait daya tampung sekolah dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2020. Sebab berdasarkan perhitungan Kemendikbud, total jumlah daya tampung di seluruh jenjang masih lebih besar dari pada jumlah siswa yang lulus dan akan melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya di tahun ini.
 
Hamid memproyeksikan akan ada sekitar 10,9 juta peserta didik baru di tahun ajaran 2020/2021. Angka tersebut tampak pada estimasi kelulusan siswa di 2020.
 
"Berdasarkan perhitungan Pusat Data dan Informasi Kemendikbud, estimasi jumlah siswa yang lulus tahun 2020 ada sekitar angka yang 10,9 juta yang mendaftar," ungkap Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah Kemendikbud, Hamid Muhammad dalam Konferensi Video tentang PPDB 2020, Kamis, 28 Mei 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca juga:Ratusan Kabupaten/Kota Tak Bisa Gelar PPDB Daring
 
Rinciannya, akan ada 4.101.469 siswa SD baru, 3.399.223 siswa SMP baru, dan 3.444.105 siswa SMA dan SMK baru. Sedangkan daya tampung yang dimiliki rinciannya, 5.175.520 siswa pada SD, 3.681.792 siswa pada SMP dan 4.086.828 siswa pada SMA dan SMK.
 
"Dengan begitu tidak akan ada masalah untuk daya tampung siswa baru," jelas Hamid.
 
Hamid mengatakan, di tengah pandemi, pihaknya mendorong seluruh daerah untuk menggelar PPDB daring. Terlebih karena hal ini sebenarnya sudah dilakukan sejak 2017 di sejumlah daerah.
 
Namun dari laporan yang diterima pihaknya, belum semua daerah mampu menyelenggarakan PPDB daring. Setidaknya ada 221 kabupaten dan kota yang menyatakan tidak mampu PPDB secara daring dan terpaksa menerapkan metode luar jaringan (luring).
 
Baca juga:Pembelajaran Jarak Jauh di Zona Merah Covid-19 Jalan Terus
 
Staf Ahli Mendikbud Bidang Regulasi Pendidikan dan Kebudayaan, Katarina Mulyana Girsang mengatakan, proses PPDB luring harus dijalankan dengan hati-hati. Protokol kesehatan harus dijalankan dengan ketat.
 
"PPDB tetap dilakukan, tetapi kita dorong secara daring. Kalau tidak bisa secara daring, maka bisa secara kehadiran atau luring, namun penerapan protokol kesehatan harus berjalan," kata Katarina, dalam kesempatan yang sama.
 
Kemendikbud mewajibkan sekolah untuk memberikan pengumuman dan sosialisasi agar peserta dan panitia yang hadir ke sekolah mengikuti protokol kesehatan. Salah satunya adalah mewajibkan penggunaan masker.
 
"Tetapi protokol kesehatan itu harus dilaksanakan dengan ketat, harus pakai masker, harus ada tempat cuci tangan, pembersih tangan (hand sanitizer), disinfektan dan seterusnya. Kemudian jaga jarak itu harus dilakukan," lanjut Katarina.
 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif