Seorang siswa mengumpulkan telepon pintar miliknya di meja pengawas saat akan dimulainya UNBK di SMA Negeri 1 Salatiga, Jawa Tengah, ANT/Aloysius Jarot Nugroho.
Seorang siswa mengumpulkan telepon pintar miliknya di meja pengawas saat akan dimulainya UNBK di SMA Negeri 1 Salatiga, Jawa Tengah, ANT/Aloysius Jarot Nugroho.

Pemeriksaan Ponsel Saat UNBK SMP Diperketat

Pendidikan ujian nasional
Intan Yunelia • 22 April 2019 19:24
Jakarta: Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy menegaskan, kasus beredarnya soal ujian di media sosialtidak boleh lagi terulang di pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) jenjang SMP. Ia meminta pengawas memperketat pemeriksaan, agar tidak ada lagi celah siswa meloloskan telepon seluler ke dalam ruang ujian.
 
"Kemarin saya sudah tegaskan lebih ketat lagi ujian SMP ini. Mudah-mudahan kejadian yang tidak perlu itu bisa diatasi dan tidak akan terjadi lagi," ungkap Muhadjir usai meninjau pelaksanaan UNBK di SMP 11, Jalan Kerinci VIII, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin, 22 April 2019.
 
Menurut Muhadjir, kasus kecurangan UNBK jenjang SMA sederajat kemarin murni kelalaian pengawas ujian. Ia meyakinkan kasus ini tidak akan terulang di UNBK jenjang SMP sederajat.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca:Nilai UN Siswa Penyebar Soal Dinolkan
 
"Kasus soal bocor di SMK kemarin hanya ada beberapa anak yang iseng meng-upload soal setelah dia foto, itu adalah keteledoran panitia saya kira," kata Muhadjir
 
Kasus sebelumnya, Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) menerima laporan dugaan tersebarnya soal dan jawaban mata pelajaran Matematika di Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) jenjang SMA sederajat. Soal tersebar melalui percakapan di grup jejaring media sosial Line.
 
Untuk kasus tersebut, Kemendikbudmembatalkan nilai ujian Nasional (UN) siswa pembocor soal UNBK. Nilai ujian siswa yang bersangkutan akan dinolkan, sedangkan sanksi untuk pengawas dicabut haknya dan tidak boleh mengawas lagi. "Mudah itu, tidak sampai sehari sudah bisa kita ketahui di mana kelasnya, siapa pelakunya ada semua. Keisengan peserta ujian yang tidak tahu bahwa itu bisa jadi perkara besar untuk masalah disiplin dan jujur," tutupnya.

 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif