Bupati Bandung Dadang Supriatna (kiri) dan Rektor Unpad Rina Indiastuti (kanan). Foto: Dok Humas Unpad.
Bupati Bandung Dadang Supriatna (kiri) dan Rektor Unpad Rina Indiastuti (kanan). Foto: Dok Humas Unpad.

Unpad-Pemkab Bandung Sepakat Gelar Pendidikan Vokasi Bidang Pertanian

Pendidikan Pendidikan Tinggi Pendidikan Vokasi Unpad Perguruan Tinggi
Arga sumantri • 28 September 2021 17:48
Bandung: Universitas Padjadjaran (Unpad) dan Pemerintah Kabupaten Bandung berencana menyelenggarakan program pendidikan vokasi di bidang pertanian. Hal ini merupakan salah satu implementasi dari penandatanganan nota kesepahaman yang telah dilakukan Unpad dan Pemkab Bandung pada Juli lalu.
 
Inisiasi kerja sama pendidikan tersebut disampaikan Rektor Unpad Rina Indiastuti saat menerima kunjungan kerja Bupati Bandung Dadang Supriatna di kampusnya, Senin, 27 September 2021. Acara juga dihadiri para wakil rektor di lingkungan Unpad serta sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Bandung.
 
Rina menjelaskan, Unpad saat ini membuka pendidikan Sarjana Terapan Agroteknopreneur. Program tersebut bisa menjadi basis dari kerja sama pendidikan dengan Pemkab Bandung. Rencananya, program pendidikan ini akan memanfaatkan lahan SPLPP Unpad di Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Lokasi pendidikannya akan dilakukan kombinasi, bisa di Arjasari bisa di tempat pertaniannya, ataupun di program Pemkab yang dikembangkan untuk meningkatkan pertanian. Jadi ini mengadopsi program Merdeka Belajar," ujarnya.
 
Baca: Mahasiswa USK Temukan Solusi Penghemat Daya pada Perangkat IoT
 
Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unpad Arief S. Kartasasmita mengatakan, program pendidikan ini nantinya akan mengombinasikan metode pembelajaran hybrid. Kurikulum pendidikan akan dirancang sehingga memungkinkan mahasiswa tidak perlu datang ke kampus Jatinangor.
 
Arief menambahkan, program pendidikan ini bisa diikuti oleh mahasiswa lulusan SMK pertanian, Diploma-1, mereka yang telah menempuh pendidikan dengan KKNI setara program Diploma-1 dan Diploma-2, ataupun mereka yang sudah bekerja di bidang pertanian.
 
Lama pendidikan terapan ini adalah empat tahun. "Mahasiswa dapat meninggalkan pendidikan di tengah-tengah, nanti bisa dilanjutkan lagi. Kami juga sudah mengembangkan Lembaga Sertifikasi, jadi walaupun lulusnya dua tahun, nanti bisa disertifikasi," kata Arief.
 
Baca: Swiss-Jerman Dukung Vokasi Lewat Pelatihan Master Trainer
 
Rencananya, program pendidikan ini dibuka pada Semester Ganjil tahun akademik 2022/2023. Dengan demikian, proses seleksi bisa dilakukan antara Januari dan Februari 2022.
 
"Seleksi yang dilakukan bersama dinas terkait, jadi sama-sama ada standar yang ditetapkan," ujar Arief.
 
Menanggapi rintisan pembukaan pendidikan vokasional tersebut, Bupati Bandung, Dadang Supriatna berharap Unpad bisa berkontribusi dalam meningkatkan angka lama sekolah di Kabupaten Bandung. Saat ini, angka lama sekolah di Kabupaten Bandung masih 8,79 tahun.
 
"Berdasarkan survei, mayoritas inginnya kuliah. Artinya keinginan kuliah tinggi," kata Dadang.
 
Selain kerja sama pendidikan vokasional tersebut, kolaborasi dalam bentuk lain yang akan dibangun yaitu pemanfaatan lulusan Unpad untuk kebutuhan rumah sakit di Kabupaten Bandung melalui program Academic Health System, hingga penyelesaian masalah tanah di kampus Arjasari.
 
(AGA)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif