Dirjen Dikti Kemendikbud Nizam, Foto: Medcom/Ilham Pratama Putra
Dirjen Dikti Kemendikbud Nizam, Foto: Medcom/Ilham Pratama Putra

Kampus Dibuka Januari 2021, Ini Syaratnya

Pendidikan Virus Korona Pendidikan Tinggi Kenormalan Baru Satgas Covid-19
Ilham Pratama Putra • 26 November 2020 11:17
Jakarta: Perguruan tinggi diperbolehkan untuk melakukan perkuliahan tatap muka pada semester depan, atau Januari 2021. Sejumlah persiapan harus dilakukan sebelum kampus dibuka.
 
"Pertama membentuk Satgas di kampus dengan menyusun protokol kesehatan dan Standar Operasional Prosedur (SOP), dan memastikan SOP dapat diikuti oleh warga kampus," ujar Dirjen Pendidikan Tinggi (Dikti) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Nizam, di Hotel Bidakara Jakarta secara Virtual, Kamis, 26 November 2020.
 
Nizam juga meminta pihak kampus berkoordinasi atau mendapat rekomendasi dari Pemerintah Daerah (Pemda) untuk membuaka kampus. Koordinasi dengan Satgas di daerah hingga mendapatkan izin Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) juga menjadi barang wajib.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Dan kampus hanya menyelenggarakan kegiatan pembelajaran. Selain kegiatan pembelajaran tidak boleh diselenggarakan seperti kegiatan ekstrakurikuler, kantin, coworking space, kegiatan olahraga atau kesenian, diskusi kelompok dan kegiatan lain yang menyebabkan kerumunan," terang Nizam.
 
Kemudian, harus dipastikan pula kapasistas ruang yang digunakan 50 persen dari kapasitas yang ada. Pun saat hadir, seluruh warga kampus wajib menggunakan masker, menjaga jarak, dan kampus sendiri mesti menyediakan tempat cuci tangan atau handsanitizer.
 
Baca: Rektor Diminta Koordinasi dengan Satgas Covid-19 Sebelum Buka Kampus
 
Kampus juga diminta menyediakan alat screening. Minimal terdapat thermogun, alat rapid test dan adanya kesiapan melakukan swab bagi yang suspect.
 
"Yang hadir harus dipastikan sehat. Yang memiliki komorbid terkontrol harus ada persetujuan dari yang bersangkutan, baik itu dari orang tua, wali. Jika tidak (mendapat persetujuan) warga kampus dapat untuk tetap mengikuti pembelajaran daring," lanjut Nizam.
 
Nizam meminta warga kampus bisa saling peduli dan melindungi. Semua protokol ditegakkan, dipantau dan dievaluasi scara berkala.
 
Menurutnya, pihak kampus tidak perlu memaksakan perkuliahan tatap muka. Perkuliahan menurutnya tetap bisa diselenggarakan secara hybrid atau kolaborasi daring dan tatap muka, guna menekan angka penularan covid-19 di lingkungan kampus.
 
Selanjutnya, kampus diminta melakukan pemantauan dan pelaporan, serta ada mekanisme tanggap darurat. Serta tindaklanjut ketika terjadi kasus covid-19. 
 
"Bisa dengan penutupan kembali kampus dan dilakukan kontak tracing. Dalam kondisi darurat kementerian atau LLDikti dapat menutup kembali kampus sesuai rekomendasi Pemda," ungkap Nizam.
 
(AGA)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif