Massa aksi penolak UU Ciptaker saat bentrok dengan kepolisian. Foto: Medcom.id/Muhammad Syawaluddin
Massa aksi penolak UU Ciptaker saat bentrok dengan kepolisian. Foto: Medcom.id/Muhammad Syawaluddin

Demo Tolak Omnibus Law

3 Jurnalis Persma Politeknik Jakarta Hilang Kontak Saat Liput Demo

Pendidikan Pendidikan Tinggi Omnibus Law Demo Tolak Omnibus Law UU Cipta Kerja
Ilham Pratama Putra • 09 Oktober 2020 12:22
Jakarta: Tiga jurnalis anggota pers Badan Otonom Gerakan Mahasiswa (BO Gema) Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) dilaporkan hilang kontak saat meliput demo omnibus law di sekitar Istana Negara. Hingga saat ini tiga mahasiswa tersebut belum bisa dihubungi.
 
Setidaknya, pers BO Gema UNJ menurunkan enam orang tim liputan saat demo tolak Omnibus Law di Jakarta, Kamis 8 Oktober 2020. Namun pada siang hari mahasiswa tiga di antara mereka hilang kontak.
 
Tiga mahasiswa yang hilang ini bernama Ajeng, Dharma, dan Ahsan. Ketiganya meliput di depan Istana."Ajeng, Dharma, dan Ahsan disebut masih bisa berkomunikasi di grup internal hingga siang hari, pukul 11.00. Ajeng masih terpantau update status pukul 15.00, tapi setelahnya benar-benar tidak bisa dihubungi," kata Redaktur Pelaksana BO Gema, Indah Sholihati dalam keterangannya, Kamis 8 Oktober 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca juga:
Jurnalis Pers Mahasiswa Hilang Kontak Saat Demo Omnibus Law
 
Pihaknya bersama Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pers dan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) masih terus melacak keberadaan ketiganya. Masyarakat diminta tenang menunggu kabar resmi selanjutnya.
 
"Sampai saat ini belum ditemukan, kami masih terus mencari keberadaan Ajeng, Dharma dan Ahsan. Sekaligus terus berupaya memvalidasi informasi yang simpang siur," terang Indah.
 
Sebelumnya,
Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia (PPMI) Dewan Kota (DK) Surabaya melaporkan tiga orang anggota pers mahasiswa yang hilang kontak saat demo Tolak Omnibus Law di Surabaya. Dua orang di antaranya merupakan pers mahasiswa dari Universitas Negeri Surabaya (Unesa) dan satu orang dari pers mahasiswa Politeknik Negeri Malang (Polinema).
 
Ketiganya yakni pimpinan redaksi Lembaga Pers Kampus (LPK) Unesa, Muhammad Edwin, redaktur media LPK Unesa Fahmy Risky dan anggota pers Polinema Syafa. Ketiganya meliput aksi demo di sekitaran Gedung Nasional Grahadi Surabaya.
 
Saat turun ke lapangan mereka menggunakan atribut lengkap, mulai dari kartu pers hingga pakaian dinas lapangan pers mahasiswa masing-masing. Namun ketiganya tetap mendapat tindakan represif dari oknum kepolisian.
 
(CEU)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif