Ilustrasi. Foto: MI/Rommy Pujianto
Ilustrasi. Foto: MI/Rommy Pujianto

Pelibatan Swasta dalam Riset Butuh Payung Hukum

Pendidikan Pendidikan Tinggi Riset dan Penelitian
Ilham Pratama Putra • 30 Januari 2020 12:51
Jakarta: Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS), Nadia Fairuza Azzahra mengatakan payung hukum diperlukan saat pemerintah akan melibatkan swasta dalam kegiatan riset dan inovasi. Pemerintah perlu memastikan regulasi dan perizinan terkait kemudahan berusaha (ease of doing business).
 
"Dibuat mudah, transparan, dan tidak berbelat-belit," kata Nadia dalam keterangannya, di Jakarta, Kamis, 30 Januari 2020.
 
Hal itu dibutuhkan untuk menarik minat investor dalam berbagai kegiatan riset dan inovasi. Selain itu juga penting untuk menjaga iklim riset di Indonesia agar kondusif sekaligus menarik.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pasalnya, sinergi antara dunia penelitian dengan pihak swasta sangat dibutuhkan untuk menghadapi Industri 4.0. Untuk payung hukumnya, pemerintah tinggal mengikuti Peraturan Pemerintah (PP) nomor 45 tahun 2019 tentang Perubahan PP nomor 94 tahun 2010 tentang Penghitungan Penghasilan Kena Pajak dan Pelunasan PPh dalam Tahun Berjalan.
 
Aturan tersebut memberikan fasilitas fiskal berupa super deductible tax atau pengurangan penghasilan bruto di atas 100%. Hal itu diharapkan bisa meningkatkan kegiatan penelitian dan juga pengembangan inovasi.
 
"Pemberlakuan aturan ini juga diharapkan bisa menciptakan iklim riset yang lebih baik dan kompetitif di Indonesia," ungkap Nadia.
 
Menurutnya, kerja sama antara pemerintah dengan swasta dan perguruan tinggi juga diharapkan tidak hanya sebatas bantuan dana. Seluruh kebijakan pemerintah selayaknya berbasis pada riset yang tidak hanya dilakukan oleh lembaganya sendiri, tapi juga untuk selalu up to date dengan riset-riset terkini yang dikeluarkan swasta dan juga perguruan tinggi.
 
"Sangat penting menjadikan Indonesia sebagai negara yang memiliki kebijakan berbasis riset,” jelas Nadia.
 
Dia menambahkan, kerja sama yang melibatkan pihak swasta dalam pengembangan riset dan inovasi teknologi akan membawa banyak manfaat bagi Indonesia. Tidak hanya berpotensi meningkatkan output penelitian, pihak swasta yang memiliki sumber daya dari segi keuangan maupun sarana dan prasarana penelitian, dapat membantu meningkatkan kualitas output penelitian di Indonesia.
 
“Selain meringankan beban pemerintah dalam menyediakan dana, berbagai inovasi yang dihasilkan melalui riset yang dilakukan pihak swasta dalam jangka panjang dapat berdampak positif pada meningkatnya pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Oleh karena itu, seharusnya keterlibatan pihak swasta dapat didorong oleh Pemerintah,” jelasnya.
 
Salah satu cara bagi swasta untuk berkontribusi dalam pengembangan riset dan inovasi teknologi adalah melalui proyek Corporate Social Responsibility (CSR). Walaupun pada saat ini belum banyak pihak swasta yang menggunakan dana CSR untuk keperluan riset dan pengembangan teknologi, namun kemungkinan ini patut dicoba.
 
Umumnya, pihak swasta menggunakan dana tersebut untuk proyek-proyek yang bersifat filantropis seperti memberikan bantuan sosial bagi keluarga miskin, membangun fasilitas umum, pemberian beasiswa bagi siswa kurang mampu dan lain sebagainya. Padahal bidang riset dan penelitian dapat menjadi opsi untuk proyek CSR karena output riset berpotensi menyumbang manfaat yang berkelanjutan (sustainable) dan dapat diimplementasikan demi kepentingan masyarakat banyak.

 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif