Kursi roda otomatis yang digerakkan dengan perintah gerak tangan karya mahasiswa ITS. Foto: ITS/Dok.Humas
Kursi roda otomatis yang digerakkan dengan perintah gerak tangan karya mahasiswa ITS. Foto: ITS/Dok.Humas

Kursi Roda Otomatis Karya ITS Permudah Gerak DIfabel

Pendidikan inovasi Pendidikan Tinggi
Muhammad Syahrul Ramadhan • 16 September 2019 12:47
Surabaya: Mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) I Wayan Nudra Bajantika Pradivta merancang sebuah kursi roda otomatis yang bisa dikendalikan dengan perintah gerakan otot tangan. Dengan sensor elektromiograf, kursi roda inovatif ini akan menggunakan gerakan mulai dari pergelangan tangan sebagai pengendali arah dan gerak kursi roda.
 
Kursi roda ini bisa memudahkan pergerakan pengguna kursi roda, baik itu para penyandang disabilitas maupun penderita stroke yang mengalami kelumpuhan. Sebab, kursi roda yang ada saat ini umumnya masih membutuhkan kekuatan tubuh dari penggunanya untuk bisa menggerakkannya
 
Kursi roda karya mahasiswa dari Departemen Teknik Biomedik Fakultas Teknologi Elektro (FTE) ini merupakan hasil penelitian Tugas Akhir (TA) Nudra yang berjudul Desain Perintah Myoelectric Control Sebagai Perintah Kursi Roda Elektrik Untuk Mobilitas Penyandang Disabilitas. Sekaligus merupakan pengembangan dari kursi roda elektronik yang sebelumnya dibuat oleh Departemen Teknik Biomedik ITS, yang penggeraknya masih berupa joystick dan sensor bioimpedance dengan stimulus punggung.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Apabila punggung terlalu sering distimulus maka otot akan fatigue atau kelelahan, sehingga bisa menghasilkan eror yang besar,” kata Nudra dalam siaran Humas ITS, Senin, 16 September 2019.
 
Nudra menjelaskan, penelitian yang digarap hampir tiga bulan ini nantinya bekerja dengan cara menempelkan elektroda sebagai kontrol otot pada masing-masing lengan. Kalau belok ke kanan, telapak tangan kanan digerakkan dan sebaliknya untuk belok ke kiri.
 
Sedangkan untuk bergerak maju, maka harus menggerakkan kedua telapak tangan bersamaan. “Sementara ini masih belum bisa mundur, jadi harus dilakukan memutar dengan belok terus ke salah satu arah,” terang pemuda 22 tahun itu.
 
Dalam penelitiannya, pemuda kelahiran Dili ini mengungkapkan, sinyal myoelectric pada bagian otot tangan diamplifikasi melalui instrumentasi amplifier sebagai perintah input. Lalu sinyal disaring untuk menghilangkan noise dan menjaga rentang frekuensi elektromiograf.
 
Setelah penyaringan, sinyal elektromiograf tersebut ditransformasikan dalam bentuk linier envelope yang memperoleh sinyal nilai maksimum dari elektromiograf untuk memudahkan klasifikasi perintah arah dari kursi roda.
 
“Di kursi roda dan rangkaian sensor terdapat bluetooth, sehingga akan terhubung secara otomatis,” tuturnya.
 
Selain itu, kursi roda tersebut memiliki fitur kontrol kecepatan. Sehingga memungkinkan pengguna untuk mengatur kecepatan gerakan kursi roda secara mandiri.
 
Nudra mengatakan, produk inovatif tersebut juga merupakan sebuah bentuk kerja sama antara ITS dengan pusat disabilitas Universitas Negeri Surabaya (Unesa). Produk tersebut akan digunakan sebagai acuan mahasiswa Unesa dalam memberi saran inovatif untuk pembuatan prototype selanjutnya.

 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif