Menristek/Kepala BRIN, Bambang Brodjonegoro. Foto:  Medcom.id/Muhammad Syahrul Ramadhan
Menristek/Kepala BRIN, Bambang Brodjonegoro. Foto: Medcom.id/Muhammad Syahrul Ramadhan

Menristek Pastikan Riset-Pro Tetap Berlanjut

Pendidikan inovasi Riset dan Penelitian
Muhammad Syahrul Ramadhan • 03 Desember 2019 20:53
Jakarta: Kementerian Riset dan Teknologi/Badan RisetInovasi Nasional (BRIN) akan melanjutkan program Research and Innovation in Science and Technology Project (Riset-Pro). Program yang disokong oleh Bank Dunia melalui melalui Loan No. 8245-ID ini berlangsung sejak 2013 dan akan usai pada Desember 2020.
 
Menurut Menristek, Bambang Brodjonegoro, Riset-Pro ini sangat berperan menciptakan ekosistem riset, sebagai penyuplai peneliti unggul, yang sumber daya manusianya diambil dari Lembaga Pemerintah NonKementerian (LPNK).
 
"Riset-Pro ini perlu dilakukan karena ini beasiswa khusus. Menambah kualitas peneliti di Indonesia, memang secara jumlah kurang, secara kualitas memerlukan perbaikan. Tentu beasiswa kita butuhkan karena sebagian besar ke luar negeri," kata Bambang dalam Simposium Riset-Pro di kawasan Sudirman, Jakarta Pusat, Selasa, 3 Desember 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Karena alumni Riset Pro banyak dari luar negeri, ia berharap jebolannya bisa membawa sesuatu. Selain ilmu dan teknologi mutakhir, yaitu research environment atau lingkungan riset dari perguruan tinggi tujuan.
 
"Memang sudah terbangun di negara maju dan universitas yang ranking top dunia. Ingin kami adopsi, ingin alumnus bisa menciptakan research environment sebagai ekosistem," ujarnya.
 
Direktur Jenderal Sumber Daya Iptek Dikti (SDID), Ali Ghufron Mukti menyebut, sejak awal dimulai, Riset-Pro sudah memberikan beasiswa terhadap sekitar 462 untuk program gelar dan lebih dari 1.500 orang program nongelar.
 
“Mereka (alumni) semua mendapatkan manfaatnya yang luar biasa, jadi ini tidak hanya untuk individunya, tapi untuk institusi berkembang, ya pusat-pusat teknologi kita LPNK-nya, artinya bagi bangsa dan negara memberikan dampak yang luar biasa,” kata Ghufron.
 
Riset-Pro bertujuan untuk meningkatkan daya saing Indonesia dalam pembangunan ekonomi berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek). Kegiatan-kegiatan Riset-Pro lebih spesifik menciptakan lingkungan yang kondusif bagi penelitian dan pengembangan di bidang Iptek, memperkuat kinerja insentif, dan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di Kelembagaan Iptek.
 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif