Bercermin dari Kasus Sampang, Sekolah Perlu Ciptakan Suasana Ramah Moral

inten Suhartien 03 Februari 2018 18:39 WIB
pendidikan
Bercermin dari Kasus Sampang, Sekolah Perlu Ciptakan Suasana Ramah Moral
Ilustrasi kegiatan pendidikan, Medcom.id - M Rizal
Sampang:Peristiwa pemukulan yang menewaskan guru di Sampang, Jawa Timur, menggambarkan sistem pendidikan yang tak harmonis. Lantaran itu, pihak sekolah dan orang tua perlu terlibat untuk menciptakan generasi bangsa yang mampu menahan emosi.

Kamis 1 Februari 2018, dunia pendidikan geger. Siswa SMAN 1 Torjun Sampang, HI, memukul gurunya yang bernama Ahmad Budi Cahyanto. Beberapa jam setelah pemukulan, Budi tak sadarkan diri. Keluarga lantas membawa Budi ke rumah sakit di Surabaya, Jawa Timur. Sementara HI ditangkap polisi.


"Ini menjadi tantangan bagi sistem pendidikan kita," kata pengamat pendidikan Doni A Koesoema kepada Medcom.id, Sabtu 3 Februari 2018.

Suasana sekolah, lanjutnya, haruslah ramah secara moral dan normatif. Komunikasi antara pihak sekolah dan orang tua mengenai tumbuh kembang siswa musti aktif. Sehingga siswa dapat lebih menghormati guru dan orang tua. Siswa pun bersedia menceritakan hal-hal yang terjadi di sekolah pada orang tua.

Bila komunikasi berjalan, ungkap Doni, kekerasan tak akan muncul di sekolah. Bila pun terjadi kekerasan, akar masalahnya dapat ditelusuri.

Menurut Sekretaris Jenderal Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI), Heru Purnomo, kekerasan rentan terjadi dalam dunia pendidikan.Hal ini sebagai buntut dari frekuensi interaksi yang tinggi antara pendidik dan peserta didik. Sebab hampir setiap hari, guru bertemu dengan siswa.

Siswa berada dalam kondisi labil secara psikologi dan emosi. Sedangkan guru dituntut lebih sabar saat berhadapan dengan siswa. Bila kesabarannya goyang, bukan tak mungkin guru juga ikut emosi.

“Interaksi antara peserta didik cenderung masih labil dan emosional. Pendidik dituntut untuk mendidik agar peserta didik dari tidak tahu menjadi tahu adalah proses interaksi panjang yang menguras tenaga baik secara fisik maupun emosional,” ujarnya




(RRN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id