Ilustrasi batuk. Medcom.id
Ilustrasi batuk. Medcom.id

Pencegahan dan Pengobatan TBC di Masa Pandemi Covid-19

Renatha Swasty • 29 Maret 2022 15:23
Jakarta: Penyakit Tuberkulosis (TB) merupakan salah satu penyakit paling mematikan di dunia. WHO mencatat pada 2016, sepertiga penduduk dunia sudah pernah terpapar kuman TB.
 
Indonesia merupakan negara terbanyak kedua di dunia yang mengidap TB. Dosen Departemen Ilmu Penyakit Dalam Divisi Pulmonologi, FKKMK, Universitas Gadjah Mada (UGM), Sumardi, memaparkan pencegahan dan pengobatan TB dalam rangka peringatan Hari Tuberkulosis Sedunia yang diperingati setiap 24 Maret.
 
“Jadi, sebenarnya kuman TB ini sudah sangat friendly dengan manusia. TB diketahui sudah ada sejak dahulu," kata Sumardi dikutip dari laman ugm.ac.id, Selasa, 29 Maret 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sumardi menyebut kuman TB diketahui dari hasil scanning mumi di Mesir yang menunjukkan TB di tulang belakang. TB bisa tersebar di mana pun di seluruh tubuh, bukan hanya di paru-paru.
 
"Namun, memang 80 persen di paru karena paru-paru merupakan sumber utama masuknya TB,” beber Sumardi.
 
Sumardi menyampaikan penting mengetahui perbedaan TB dan virus covid-19. Dia menyebut demam pada TB tidak hilang.
 
“Jadi, demam terus walaupun tidak terlalu tinggi (misalnya 38, 37,8, 38,2 derajat). Selain itu, demamnya tidak akan hilang kalau tidak diobati dengan obat TB," tutur dia.
 
Gejala lain, seseorang yang terjangkit TB mengalami nyeri dada dan berkeringat di malam hari. Sedangkan, virus korona varian Omicron demam 2-3 hari sudah hilang.
 
Namun, batuk berkepanjangan karena ada inflamasi atau radang yang berkepanjangan di dalam saluran nafas. Sumardi menyebut pemeriksaan dini TB melalui pemeriksaan Interferon-Gamma Release Assays (IGRA).
 
“IGRA adalah pemeriksaan darah yang digunakan untuk membantu dalam diagnosis penyakit Tuberkulosis (TB). Kalau IGRA-nya positif artinya ada TB yang aktif di dalam tubuh. Jadi, ini baru direkomendasikan oleh WHO di akhir 2021,” tutur Sumardi.
 
Sumardi mengatakan TB dapat dicegah dengan memberikan vaksin BCG (Bacillus Calmette–Guérin). Pemerintah Indonesia dan negara-negara lain melakukan pencegahan TB dengan vaksinasi BCG.
 
"Itu sejak bayi sudah dilakukan, walupun tidak mencegah 100 persen. Vaksin BCG dapat mencegah TB berat (misalnya di otak dan jantung). Penularan TB juga melalui udara, jadi pencegahannya adalah bagaimana yang batuk itu memakai masker,” ujar dia.
 
Baca: Waspada! Kantung Terbanyak TBC Terdapat di Kota-kota Besar
 
 
(REN)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif