Dosen Fakultas Keperawatan Universitas Padjadjaran (Unpad) Tuti Pahria. DOK Unpad
Dosen Fakultas Keperawatan Universitas Padjadjaran (Unpad) Tuti Pahria. DOK Unpad

Riset Kanker Payudara Perlu Pendekatan Sosial dan Budaya

Renatha Swasty • 02 Maret 2022 14:38
Jakarta: Dosen Fakultas Keperawatan (Fkep) Universitas Padjadjaran (Unpad) Tuti Pahria mengatakan saat ini riset terkait kanker payudara mayoritas menekankan pada aspek biomedikal. Dia menyebut riset kanker payudara yang menekankan pada aspek manusia secara komprehensif yang melibatkan aspek sosial, budaya, dan sejarah masih minim.
 
“Mengapa ketiga hal ini penting? Karena manusia merespons terhadap sesuatu yang terjadi pada tubuhnya tidak terlepas dari tradisi, situasi sosial, dan budaya di mana orang tersebut berada,” kata Tuti saat membacakan orasi ilmiah dalam Dies Natalis ke-28 Fkep Unpad dikutip dari laman unpad.ac.id, Rabu, 2 Maret 2022.
 
Berdasarkan penelitiannya, Tuti melihat perempuan yang memiliki pengalaman terkena kanker payudara berada dalam keadaan yang merepresentasikan sosial, budaya, dan harapan. Keadaan ini menimbulkan keterkaitan antara menafsirkan apa yang terjadi di masa sekarang, memahami masa lalu, dan memandang masa depan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Pengalaman temporal perempuan Indonesia dengan kanker payudara tidak dapat ditata laksana atau tidak dapat di-treatment secara terpisah dari masa lalu, masa sekarang, dan masa akan datang, tetapi harus disandingkan secara bersama-sama,” ujar Tuti.
 
Hal ini di antaranya terlihat dari bagaimana mencari pengobatan. Meski diawali dengan mencari pertolongan medis untuk menegakkan diagnosis, ada banyak pasien memilih pengobatan tradisional terlebih dahulu sebelum akhirnya beralih ke pengobatan medis.
 
Hal ini menunjukkan tradisi dan budaya sangat menentukkan pengambilan keputusan. Selain itu, pasien juga melihat masa depan dalam pengambilan keputusan, serta mengantisipasi hal-hal yang akan terjadi di waktu mendatang.
 
“Masa lalu dan masa datang dibawa ke masa sekarang di mana partisipan membayangkan masa depan apa yang akan dihasilkan dari keputusan mereka yang diambil sekarang,” jelas Tuti.
 
Sementara itu, Dekan Fakultas Keperawatan Unpad Kusman Ibrahim mengatakan pihaknya terus meningkatkan dan mengembangkan kapasitas agar tidak ketinggalan zaman. Fkep Unpad juga perlu terus berkontribusi aktif dalam merancang perkembangan masa depan khususnya di bidang ilmu dan profesi keperawatan.
 
Kusman menilai Fkep Unpad perlu terus berupaya  mempersiapkan sumber daya manusia. Khususnya yang siap menghadapi tantangan di masa depan.
 
“Sebagai institusi pendidikan tinggi kita dituntut untuk mepersiapkan generasi penerus yang kompeten, kreatif, inovatif, mampu beradaptasi pada perubahan dan siap mengelola masa depan dengan baik untuk kemajuan masyarakat, bangsa, dan negara,” ujar Kusman.
 
Rektor Unpad Rina Indistuti mengatakan Fkep Unpad memiliki peluang membentuk masa depan yang menjadikan Unpad dan Fkep semakin jaya. “Dengan inovasi, kreativitas, dan usaha yang kuat akan menghasilkan peluang baru untuk kemajuan insitusi yang kita cintai,” kata Rina.
 
Dies Natalis diharapkan dapat menjadi momen bagi Fkep Unpad menemukan semangat dan peluang baru untuk kekuatan fakultas serta membangun SDM berkualitas. “Mari membangun kualitas kompetensi, kualifikasi SDM dengan lebih baik lagi untuk menyongsong tantangan masa depan yang terus berubah,” kata Rina.
 
Baca: Guru Besar Unair Temukan Potensi Kencur Hingga Biji-bijian untuk Obat Kanker
 
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif