Kapten (PNB) Ajeng Tresna, penerbang TNI Angkatan Udara (AU) yang bertugas di Skadron VIP Skadron Udara 17, mengungkap persiapan untuk misi VVIP dilakukan sejak tiga jam sebelum keberangkatan. Hal ini menjadi prosedur penerbangan pesawat kepresidenan
"Ketika kita mendukung misi VVIP itu kita harus mempersiapkan pesawat ini 3 jam sebelum keberangkatan," ujar Ajeng dalam program QnA Metro TV dikutip Rabu 26 Agustus 2026.
| Baca juga: Kisah Nabil Bintang, Anak Penjual Jamu Penerima KIP Kuliah yang Jadi Lulusan Terbaik IPB |
Persiapan dimulai dengan pemeriksaan pesawat. Tim melakukan run up dan pengecekan keseluruhan untuk memastikan pesawat siap serta dapat beroperasi secara normal.
"Pesawat tiga jam sebelum ini kita harus run up dulu, kita harus laksanakan pengecekan overall semuanya pesawat pastikan bahwa pesawat siap dan operasional normal untuk mendukung penerbangan," jelasnya.
Namun, pemeriksaan penerbangan VVIP tidak hanya menyangkut kondisi teknis pesawat. Ajeng menjelaskan terdapat FSO, yakni seorang perwira TNI AU yang ditugaskan untuk mengecek berbagai kelengkapan guna mendukung misi tersebut.
Pemeriksaan mencakup makanan yang masuk untuk Presiden, kesterilan pesawat hingga manifest penumpang. Sehingga keamanan terjamin dari segala sisi.
"Dari mulai makanan yang masuk ke presiden, dari mulai kesterilan dari pesawat itu sendiri, dari mulai manifest yang masuk dipastikan sesuai tidak ada di luar dari perencanaan," ujarnya.
Dengan pemeriksaan tersebut, seluruh kebutuhan penerbangan dipastikan sesuai dengan rencana misi. Selain pemeriksaan sebelum keberangkatan, penerbang pesawat kepresidenan juga harus siap menghadapi dinamika selama menjalankan tugas.
| Baca juga: KIP-Kuliah 2026 Jalur Mandiri PTN dan PTS, Ini Cara Daftarnya! |
Ajeng mengatakan tanggung jawab menerbangkan orang nomor satu di Indonesia sangat besar. Perubahan waktu maupun rute harus dapat diantisipasi.
"Yang membuat istimewa itu adalah kita harus siap dengan segala dinamika yang ada. Mau itu perubahan waktu, perubahan rute, itu harus kita siapkan betul-betul," tuturnya.
Bahkan, agenda kunjungan yang berubah secara tiba-tiba harus dapat direspons oleh tim penerbangan. Karena itu, tugas penerbang pesawat kepresidenan tidak hanya membutuhkan keterampilan menerbangkan pesawat.
"Kesiapan menghadapi perubahan dan ketelitian dalam memastikan seluruh kebutuhan misi juga menjadi bagian penting dalam tugas," pungkasnya.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda