Ilustrasi karier green job/Medcom
Ilustrasi karier green job/Medcom

Menjawab Tantangan PHK: Bioenergi Nasional Buka 150 Ribu Peluang Kerja Baru

Citra Larasati • 09 Juni 2026 14:20
Ringkasnya gini..
  • Sektor green jobs atau pekerjaan berbasis lingkungan diprediksi bakal menjadi penyelamat sekaligus magnet lowongan kerja baru di Indonesia.
  • Pengembangan bioenergi nasional siap membuka sekitar 150 ribu lapangan kerja.
  • Tak cuma menyelamatkan urusan isi dompet pencari kerja, sektor ini juga ramah lingkungan dan menguntungkan secara bisnis.
Jakarta: Di tengah bayang-bayang gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) yang belakangan ini bikin cemas, ada kabar segar buat masa depan karier Gen Z. Sektor green jobs atau pekerjaan berbasis lingkungan diprediksi bakal menjadi penyelamat sekaligus magnet lowongan kerja baru di Indonesia.
 
Direktur Biomassa PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI), Hokkop Situngkir, mengungkapkan bahwa pengembangan bioenergi nasional siap membuka sekitar 150 ribu lapangan kerja. Langkah ini dinilai menjadi salah satu jawaban konkret untuk mengatasi maraknya badai PHK belakangan ini.
 
Tak cuma menyelamatkan urusan isi dompet pencari kerja, sektor ini juga ramah lingkungan dan menguntungkan secara bisnis. Jika target implementasi biomassa di pembangkit listrik bisa menembus 10 juta ton per tahun, nilai ekonomi yang berputar diklaim bisa mencapai Rp11 triliun, sekaligus memangkas emisi karbon hingga 12 juta ton CO2 tiap tahunnya.

Menurut Hokkop, pemanfaatan biomassa dalam skala besar bukan sekadar tren transisi energi, melainkan paket lengkap yang membawa dampak positif bagi ekonomi, sosial, dan bumi kita.
 
"Kalau implementasi biomassa reduksi emisinya sekitar 12 juta ton CO2 dan potensi tenaga kerja yang tercipta bisa mencapai 150 ribu orang dalam tiga sampai empat tahun,” jelas Hokkop saat bertemu awak media di Jakarta.

Solusi Sat Set Transisi Energi

Bagi kamu yang masih asing, biomassa ini menjadi jalan pintas yang cerdas untuk transisi energi lewat metode co-firing di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU). Caranya, sebagian batu bara yang biasa digunakan sebagai bahan bakar mulai diganti dengan bahan organik yang lebih ramah lingkungan, seperti limbah pertanian, perkebunan, kehutanan, hingga limbah rumah tangga.
 
Hokkop menjelaskan bahwa metode ini tidak akan memicu guncangan pada pasokan listrik harian masyarakat.
 
"Bioenergi bukan untuk menggantikan pembangkit fosil secara total dalam waktu singkat, melainkan menjadi solusi transisi yang memungkinkan penurunan emisi secara bertahap tanpa mengganggu keandalan pasokan listrik nasional," ujarnya.

Manfaatkan Limbah Jadi Energi

Komitmen hijau ini bukan baru sekadar rencana di atas kertas. PLN tercatat sudah menerapkan co-firing biomassa ini di 52 PLTU yang tersebar di berbagai pelosok Indonesia. Sepanjang tahun 2025 lalu saja, pemanfaatan biomassa sudah menyentuh angka 2,35 juta ton, yang sukses menekan emisi sebesar 2,57 juta ton CO2 ekuivalen.
 
Sejauh ini, PLN telah memanfaatkan sedikitnya 14 jenis biomassa dengan kualitas kalori yang mumpuni. Mulai dari cangkang sawit, sekam padi, bonggol jagung, serbuk gergaji, limbah kayu, hingga sampah rumahan yang disulap menjadi bahan bakar alternatif.
 
Potensi Indonesia pun terbilang raksasa. Negeri ini menyimpan potensi biomassa hingga 83,4 juta ton per tahun, dengan sebaran terbesar di Sumatera (42,8 juta ton), Kalimantan (18,9 juta ton), dan Jawa (13,1 juta ton).
 
Ke depan, PLN EPI tidak hanya mandek di biomassa saja. Mereka kini mulai melirik pengembangan biogas dan biohidrogen, salah satunya dengan mengolah gas metana dari limbah cair kelapa sawit (Palm Oil Mill Effluent/POME) untuk menggantikan gas alam konvensional. Peluang industri hijau ini jelas terbuka lebar, memberikan sinyal positif bagi anak muda yang ingin membangun karier yang berdampak nyata bagi bumi.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(CEU)




TERKAIT

BERITA LAINNYA