Tim UMM dalam ajang Hokkaido Indonesian Student Association Scientific Meeting 16th di Hokkaido University, Jepang, UMM/Humas.
Tim UMM dalam ajang Hokkaido Indonesian Student Association Scientific Meeting 16th di Hokkaido University, Jepang, UMM/Humas.

Mahasiswa UMM Raih 'Best Paper' di Jepang

Pendidikan Riset dan Penelitian
Daviq Umar Al Faruq • 22 Maret 2019 16:48
Malang:Tim karya tulis mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) meraih predikat Best Paper dalam ajang Hokkaido Indonesian Student Association Scientific Meeting 16th di Hokkaido University, Jepang, 16-17 Maret 2019.
 
Kompetisi karya tulis ilmiah yang diadakan Indonesian Student Association in Hokkaido (PPI-H) ini diikuti 420 penulis dan 150 paper. Dengan mengusung isu "Integrated Science for Improving Disaster Risk Management in Indonesia", ajang Internasional bagi mahasiswa Indonesia ini diikuti sejumlah Perguruan Tinggi Negeri seperti (UGM, ITB, dan UI).
 
"Sedangkan, UMM menjadi satu-satunya perwakilan kampus swasta dari Indonesia," kata Intar Yuan Anindita dari Prodi Pendidikan Bahasa Inggris UMM sebagai penyaji paper, di Malang, Jumat, 22 Maret 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pada tahap seleksi, tim UMM lolos sebagai 41 paper terbaik. Peserta dibagi ke dalam empat klaster. Masing-masing klaster hanya diambil dua kategori yakni kategori Best Paper dan Best Presenter.
 
Baca:Mobil KaCa UMM Berbagi Kebahagiaan dengan Korban Banjir
 
Tim UMM mengambil klaster Agrikultur dan Ketahanan Pangan. Mereka terdiri dari Mohammad Baihaki dan Siti Agus Tina dari prodi Agroteknologi, serta Intar Yuan Anindita dari Prodi Pendidikan Bahasa Inggris yang mengangkat judul 'Potensi Natural Fitohormon sebagai Zat Perangsang Tumbuh Alami pada Tumbuhan'.
 
“UMM menjadi Best Paper, sementara UGM menjadi Best Presenter,” ujar Intar.
 
Intar menjelaskan, Indonesia memliki kekayaan sumber daya alam yang berlimpah. Namun ketika terjadi bencana, hal ini akan sangat merugikan sebagian besar penduduk yang berprofesi sebagai petani. Lahan rusak dan para petani akan kehilangan mata pencahariannya.
 
“Rangsangan fitohormon alami yang diberikan kepada tanaman buah naga membantu mengantisipasi efek buruk jangka panjang,” ungkapnya.
 
Awalnya, tim UMM mengambil sampel buah naga karena bisa ditanam di lahan berpasir, berkerikil, tanah biasa hingga berbatu. Hal ini cocok dengan lahan yang baru saja terkena bencana
 
"Ditambah lagi, buah naga mengandung banyak sekali gizi. Sangat cocok apalagi dengan tambahan fitohormon alami, percepatan tumbuh tanaman semakin baik,” ujar mahasiswa angkatan 2015 ini.
 
Baca:Mobil Urban Listrik UMM Pecahkan Rekor Dunia
 
Setidaknya terdapat dua jenis fitohormon. Yakni fitohormon sintetis dan alami. Fitohormon alami, kata Intar, jauh lebih aman karena bahan utamanya organik dan cocok dengan tumbuhan. Sedangkan fitohormon sintesis lebih membahayakan karena mengunakan bahan-bahan kimia dari pabrik dan memiliki dampak buruk ke depan. Penggunaan fitohormon alami membantu petani siap menghadapi segala kemungkinan.
 
“Awalnya kami sempat pesimis. Soalnya dari tahun lalu yang ikut perguruan tinggi negeri hebat semua. Tapi kami selalu dimotivasi oleh dosen-dosen, jangan pesimis dan memandang perguruan tinggi lain lebih hebat dari kita. Karena semuanya setara. Alhamdulillah, dengan modal usaha yang maksimal dan mengorbankan waktu libur, kami bisa mendapatkan gelar membanggakan ini,“ pungkasnya.

 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif