Tak berhenti di jenjang sarjana, Farhan juga berhasil memperoleh kesempatan melanjutkan pendidikan ke jenjang Magister di Korea Selatan melalui beasiswa.
Kisah Farhan menjadi salah satu cerita menarik dari momen kelulusannya. Ia tidak hanya berhasil menorehkan prestasi akademik, tetapi juga dipercaya mewakili ribuan wisudawan untuk menyampaikan pidato dalam momen wisuda.
Perjalanan dari Penerima KIP-K hingga Lulus dengan IPK 3,98
Bagi Farhan, perjalanan menempuh pendidikan di ITB menjadi bagian penting dalam hidupnya. Sebagai penerima KIP-K, ia mendapatkan dukungan untuk menempuh pendidikan tinggi.Farhan kemudian membuktikan kesempatan tersebut dengan prestasi akademik yang membanggakan. Ia berhasil menyelesaikan pendidikan di ITB dengan IPK 3,98.
Pencapaian tersebut juga mengantarkannya pada kesempatan untuk berbicara di hadapan para wisudawan. Farhan dipercaya mewakili ribuan wisudawan untuk menyampaikan pidato pada momen kelulusan.
Kesempatan tersebut menjadi salah satu bagian penting dari perjalanan akademiknya di ITB.
Putra Sopir Truk Tronton
Di balik pencapaiannya, Farhan memiliki latar belakang keluarga yang sederhana. Ayahnya bekerja sebagai sopir truk tronton."Ayah adalah seorang pria pendiam yang justru dalam diamnya banyak mengajarkan saya tentang kehidupan," kata Farhan dalam pidatonya dikutip dari akun Instagram @santosoim, Kamis, 27 Agustus 2026.
Kesempatan memperoleh pendidikan tinggi melalui KIP-K kemudian dimanfaatkan untuk terus mengembangkan kemampuan dan meraih prestasi. Dalam perjalanannya, Farhan juga tidak melupakan dukungan keluarga.
Ia juga menyinggung doa dari sang ibu dan nenek yang berharap kehidupannya di masa depan dapat menjadi lebih baik.
Bersiap Lanjutkan Studi ke Korea Selatan
Setelah menyelesaikan pendidikan sarjana, perjalanan akademik Farhan belum berakhir. Ia berhasil mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan pendidikan Magister di Inha University Korea.Kesempatan tersebut membuka babak baru bagi Farhan untuk memperdalam ilmu sekaligus mendapatkan pengalaman akademik di lingkungan internasional. Perjalanan Farhan dari penerima KIP-K hingga berhasil lulus dengan IPK 3,98 dan melanjutkan studi ke luar negeri menjadi gambaran kesempatan pendidikan dapat membuka jalan menuju berbagai kemungkinan.
Bagi pelajar dan mahasiswa, kisah Farhan menunjukkan pentingnya memanfaatkan kesempatan yang tersedia, menjaga konsistensi selama menjalani pendidikan, serta berani menetapkan tujuan untuk melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi. (Levina Fidelia)
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda