Qinthara Silmi Faizal, mahasiswa S2 termuda ITB, masih berusia 19 tahun. Dokumentasi Humas ITB.
Qinthara Silmi Faizal, mahasiswa S2 termuda ITB, masih berusia 19 tahun. Dokumentasi Humas ITB.

Cerita Qinthara, Mahasiswi S2 Termuda ITB Berusia 19 Tahun

Pendidikan Pendidikan Tinggi Perguruan Tinggi ITB
Arga sumantri • 20 Januari 2021 20:28
Bandung: Institut Teknologi Bandung (ITB) menerima 1.386 mahasiswa baru Program Pascasarjana dan Profesi Semester II 2020/2021. Salah satu yang diterima ialah Qinthara Silmi Faizal, mahasiswa S2 termuda ITB, masih berusia 19 tahun.
 
Qinthara lahir di Bandung pada 2001. Ia menamatkan pendidikan sarjana dengan gelar Sarjana Manajemen dari Program Studi Manajemen, SBM ITB pada tahun 2020. Saat ini, Qinthara bergabung di Program Studi MBA ITB kelas Young Professional untuk mendalami spesialisasi di bidang marketing. 
 
"Saya kembali memilih ITB sebagai tempat menuntut ilmu karena menurutku SBM ITB merupakan salah satu sekolah bisnis terbaik di Indonesia dengan dosen-dosen yang andal dan kurikulum yang menarik," ungkap Qinthara mengutip laman ITB, Rabu, 20 Januari 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selepas memperoleh gelar sarjana, Qinthara menjalani magang di perusahaan rintisan (startuo) yang bergerak di bidang edukasi dan layanan kebahasaan. Sebagai marketing magang, Qinthara menyadari bahwa ilmu yang selama ini ia peroleh saat menempuh pendidikan sarjana masih kurang.
 
Baca: Mengenal Mahasiswa Program Profesi Termuda ITB, Masih Berusia 21 Tahun
 
Ia pun memutuskan kembali kuliah dan ingin mendalami bidang marketing. Ketika menempuh S1, ia melakukan riset Saya tentang consumer behaviour terutama di tengah pandemi covid-19.
 
"Harapannya, ilmu ini bisa dipakai juga untuk praktisi bisnis dalam memetakan strategi dan transformasi," ujarnya.
 
Mengambil program magister juga merupakan salah satu upaya Qinthara untuk meraih cita-citanya menjadi dosen. Setelah memperoleh gelar sarjana tahun lalu, ia sadar kalau belajar di kampus merupakan salah satu hal yang disenangi. 
 
"Saya berharap bisa melakukan riset yang berguna bagi masyarakat. Tak menutup kemungkinan, saya juga ingin bekerja di korporasi. Namun, apapun yang nanti akan terjadi, saya akan giat belajar dan menggali ilmu serta potensi saya selama berkuliah di MBA ITB,” tuturnya.
 
(AGA)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif