Mahasiswa Universitas Indonesia (UI), Syamsuri Firadus berhasil menyabet juara 1 MTQ tingkat internasional, UI/Humas.
Mahasiswa Universitas Indonesia (UI), Syamsuri Firadus berhasil menyabet juara 1 MTQ tingkat internasional, UI/Humas.

Juarai MTQ Internasional, Anak Buruh Tani Ini Dipuji Erdogan

Pendidikan prestasi mahasiswa
Intan Yunelia, Citra Larasati • 28 Mei 2019 15:24
Jakarta: Mahasiswa Universitas Indonesia (UI), Syamsuri Firdaus berhasil menyabet juara 1 Musabaqah Tilawatil Alqur’an (MTQ) tingkat internasional. Penghargaan diserahkan langsung oleh Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, bahkan ia mendapat pujian dari mantan Perdana Menteri Turki ini.
 
Syamsuri mengaku, jantungnya berdebar saat menerima penghargaan langsung dari orang nomor satu di Turki tersebut. Terlebih ketika Pimpinan Partai AKP (Adalet ve Kalkinma Partisi) ini melempar pujian pada mahasiswa semester 4, Sastra Arab UI ini.
 
"MasyaAllah, Shoutuka mumtaaz (suaramu bagus). Bagaimana bisa kamu membaca Alquran sebagus ini?" kata Erdogan seperti dituturkan Syamsuri kepada Medcom.id, Selasa, 28 Mei 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Syamsuri pun menjawab. "Alhamdulillah, ini merupakan nikmat dari Alah SWT," ujarnya.
 
Sulung tiga bersaudara ini memang bercita-cita menjadi qari (pembaca Alquran laki-laki), persis seperti apa yang diangankan kedua orangtuanya. Ia bahkan sudah fasih membaca Alquran sejak duduk di Sekolah Dasar (SD).
 
"Kedua orangtua saya memang punya motivasi besar untuk menjadikan saya seorang qari. Meski kami bukan dari keluarga qari maupun santri," terang lulusan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Bima, NTB ini.
 
Baca:Pemuda Bima Juara 1 MTQ Internasional di Turki
 
Syamsuri lahir di Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada 11 April 1999. Terlahir sebagai anak pertama, ayah Samsuri berprofesi sebagai buruh tani, dan ibunya berprofesi sebagai kuli pembuat bata. Meski bukan dari kalangan keluarga berada, namun Syamsuri mengaku bangga dengan profesi kedua orangtuanya.
 
"Orangtua saya adalah kebanggan saya, keduanya sangat menikmati pekerjaannya sebagai petani dan pembuat bata. Saya bersyukur memiliki orangtua yang tidak mengejar hal-hal duniawi semata, menikmati pekerjaan mereka yang jauh dari hal negatif seperti korupsi," tutur penerima beasiswa Bidikmisi ini.
 
Minat, bakat dan restu orangtua inilah yang juga menguatkannya meninggalkan kampung halaman untuk menuntut ilmu di UI, kampus yang berada di Depok, Jawa Barat ini."Bahkan jika orangtua saya meridai, saya ingin melanjutkan S2 di Timur Tengah. Tapi jika orangtua tidak mengizinkan, maka saya akan tetap di Indonesia," ungkap Syamsuri.
 
Mahasiswa yang sejak kecil sudah menjadi langganan juara MTQ di NTB, nasional, bahkan internasional ini masuk UI melalui jalur seleksi ujian tulis atau Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2017 lalu. Ia hanya memilih satu jurusan, yakni Sastra Arab.
 
"Satu-satunya pilihan saya di Sastra Arab," ujarnya.
 
Ajang MTQ tingkat internasional ini merupakan ketujuh kalinya diselenggarakan di Istanbul, Turki. Penyerahan turut disaksikan oleh para undangan Kementerian Agama Turki, Wakil Konsultan Jenderal negara sahabat termasuk KJRI Istanbul yang diwakili PF Pensosbud, Iwan Wijaya.
 
Dalam lomba tingkat internasional ini terbagi menjadi dua cabang, yaitu cabang MTQ maupun Musabaqah Hafidz Al-Qur’an (MHQ). "Dalam kegiatan ini, Syamsuri berkesempatan diundang langsung oleh Imam Besar Masjid Sultan Ahmed di Istanbul, untuk mengaji di depan para jamaah setelah salat Ashar," kata Kepala Humas dan KIP UI, Rifelly Dewi Astuti.
 
Tak hanya itu, para finalis juga diberikan hadiah berupa tiket umrah dan sejumlah uang yang disediakan oleh panitia. Hal ini merupakan penghargaan bagi para finalis yang mengikuti lomba MTQ dan MHQ tingkat internasional.
 
Sejak berada di Turki, Syamsuri mendapat bimbingan langsung dari Wakil Kementerian Agama RI, Ali Sibromalisi. Ajang ini diselenggarakan oleh The World Association for Al-Azhar Gradutes (WAAG) bekerja sama dengan pemerintah Turki yang diikuti oleh 68 negara Islam di Timur Tengah, Eropa termasuk Mesir dan Libya.
 
Syamsuri pernah meraih juara 1 Nasional Tilawah Anak pada MTQ 2012 tingkat propinsi NTB. Kemudian diundang untuk mengikuti MTQ tingkat nasional di Maluku.
 
Pada tahun yang sama, Syamsuri mengikuti MTQ Asia di Singapura. Pada ajang tersebut, ia mendapat gelar juara 1. Semenjak itulah, namanya mulai dikenal. Bahkan pernah diundang untuk melantunkan ayat Alquran di Istana Negara.
 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif