Mahasiswa Malang Ciptakan Alat Pemanen Racun Lebah

Daviq Umar Al Faruq 04 April 2018 11:21 WIB
pendidikan
Mahasiswa Malang Ciptakan Alat Pemanen Racun Lebah
Tiga mahasiswa Universitas Brawijaya Malang menciptakan alat pemanen racun lebah, dok
Malang:Mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) Kota Malang, Jawa Timur, mengenalkan inovasi terbaru. Baru baru ini, tim mahasiswa gabungan dari berbagai fakultas di UB menciptakan alat pemanen racun lebah menggunakan metode gelombang elektrik yang terintegrasi dengan Solar Cell.

Alat tersebut bernamaB-Vetrace (Bee Venom Harvester Device). Penemunya adalah Ariq Kusuma Wardana (Fakultas Teknik Elektro), Muhammad Khuzain (Fakultas Teknik Elektro), Mohammad Euro Anwarudin (Fakultas Peternakan), dan Guruh Prasetyo (Fakultas Peternakan).


Ketua tim penemu B-Vetrace, Ariq Kusuma Wardana mengatakan racun (venom) lebah dipercaya memiliki khasiat untuk obat-obatan maupun kecantikan. 

"Ada yang memanfaatkan racun lebah sebagai obat alternatif menyembuhkan kanker sampai bahan kosmetik," katanya, Rabu 4 April 2018.

Namun, Ariq mengaku pemanenan racun lebah masih konvensional dengan membunuh lebah dinilai sangat tidak efektif. Oleh karena itu, dia bersama teman-temannya mengembangkan B-Vetrace agar pemanenan racun lebah dapat mandiri energi dengan memanfaatkan solar cell.

"Dengan memanfaatkan solar cell, alat akan mengeluarkan bunyi tertentu sehingga lebah menganggapnya sebagai predator. Kemudian lebah akan mengeluarkan venom yang nantinya ditampung pada collector yang ada di dalam alat," jelas Ariq.

Ariq menyatakan bahwa timnya dibimbing oleh Eka Maulana untuk mengembangkan B-Vetrace. Dia menambahkan alat pemaneh racun lebah buatannya bersama teman-teman ini memiliki berbagai keunggulan dibanding alat pemanen racun lebah konvensional.

"B-Vetrace memiliki sumber energi mandiri, portable, terjangkau, dan ramah terhadap lebah (animal welfare)," ucapnya.

Berkat berbagai keunggulan alat ini, tim penemu B-Vetrace pun memperoleh silver medal pada kompetisi Internasional World Invention and Technology Expo (WINTEX) 2018 yang diselenggarakan di Institut Teknologi Bandung (ITB) pada 12-13 Maret 2018 lalu.

"Alhamdulillah dengan mendapat silver medal, kami akan terus memperbaiki sistem agar fungsinya lebih baik dan semoga bisa mendapatkan hak paten," tutupnya.

WINTEX sendiri diselenggarakan oleh kerjasama Lembaga Pengembangan Inovasi dan Kewirausahaan Institut Teknologi Bandung (LPIK-ITB) dan Indonesian Invention and Innovation Promotion Associaton (INNOPA). Kompetisi ini diikuti 96 tim dari 10 negara seperti China, Korea, Jepang, Romania, Croasia, Amerika, dan Indonesia.



(RRN)