Supir taksi saat menerima kotak berisi nasi dan lauk dari Gerakan Senabung. Foto: istimewa
Supir taksi saat menerima kotak berisi nasi dan lauk dari Gerakan Senabung. Foto: istimewa

Anggota BAN-SM Inisiasi Gerakan Sedekah Nasi Bungkus

Pendidikan Virus Korona pandemi covid-19
Citra Larasati • 30 November 2020 19:38
Jakarta: Anggota Badan Akreditasi Nasional Sekolah dan Madrasah (BAN-SM), Sumarna Surapranata menginisiasi gerakan Senabung (Sedekah nasi bungkus) untuk mengurangi beban masyarakat yang terdampak covid-19.  Gerakan Senabung ini setidaknya dilakukan setiap Jumat atau terkadang hingga tiga kali dalam sepekan.
 
Pranata yang juga pemilik rumah makan d'SDL di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan bergerak bersama istri dan karyawannya dengan menyumbangkan 100 boks nasi beserta lauk pauk setiap kali menggelar Senabung.  Boks nasi yang berasal dari dpur restony itu pun selalu ludes dalam waktu satu jam saja setelah Senabung digelar di pinggir jalan depan restonya berdiri.
 
"InsyaAllah apa yang kami donasikan lewat Senabung kepada warga terdampak pandemi dapat membantu masyarakat sekitar.  Ini merupakan bentuk kontribusi kecil warga masyarakat kepada anggota masyarakat yang diharapkan dapat meringankan aktivitas keseharian yang membutuhkan," kata Pranata.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Mantan pejabat eselon I Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Ditjen GTK Kemendikbud) itu berpendapat semua ajaran agama mewajibkan umatnya menolong dan menyayangi sesama.
 
Begitu pula dalam agama Islam yang dianutnya memerintahkan setiap umatnya yang memiliki kelebihan untuk berbagi atau bersedekah. "Jadi pesan moral ajaran agama membantu dengan bersedekah di tengah musibah pandemi covid-19 ini menjadi momentum kita semua yang diberikan Allah kecukupan berbuat konkret berbagi untuk saudara-saudara kita sesuai kemampuan dalam bentuk apapun," imbuhnya.
 
Selain hari Jumat, kegiatan berbagi dan sedekah rutin ini juga digelar setiap Senin dan Rabu. Pranata menambahkan pandemi mesti disikapi dengan sabar dan tawakal serta saling tolong menolong.   Dia pun mengajak warga masyarakat yang mampu untuk turut peduli membantu sesama serta dapat berkolaborasi.
 
"Jika ada masyarakat mampu yang ingin berbagi dapat berdonasi melalui kami. Lalu kami olah menjadi menu menjadi makanan ala Senabung untuk didistribusikan ke masyarakat.  Kami akan transparan melakukannya," tegas Pranata.
 
Baca juga:  IPB Siapkan Ribuan Agripreneur Muda Lewat 'CEO School'
 
Pranata pernah berkarier sebagai guru SMP dan SMA di Lembang dan Bandung pada 1981-1985. Ia telah mengabdi selama 33 tahun di Kemendikbud sejak 1985.
 
Atas pengabdiannya, Pranata telah memperoleh Satyalencana pengabdian 10, 20, dan 30 tahun. Kini ia menekuni bidang kuliner aktif mengelola Resto d'SDL khas Sunda.
 
Saat kegiatan Senabung berlangsung para juru parkir, pengemudi ojek daring, taksi, pemulung hingga pejalan kaki antre dengan tertib dan menjaga jarak menunggu giliran pembagian Senabung.  "Alhamdulillah Saya bersyukur kegiatan Senabung dan sedekah rutin yang digelar pengelola resto d'DSL amat membantu kami mendapat nasi kotak untuk makan siang harinya ," kata Harno, juru parkir yang telah bertugas 30 tahun di pasar Mayestik itu.
 
Ia mengaku mendapat bantuan nasi kotak Senabung sebanyak 14- 15 kotak rutin setiap Jumat bagi teman teman juru parkir lainnya.  Bagi Harno d itengah pandemi ini, bantuan nasi kotak amat berarti dan bermanfaat.
 
Pandemi covid-19 masih melanda berbagai negara termasuk Indonesia.  Berbagai aktivitas publik, sosial dan ekonomi tersendat hingga akhirnya masuk masa transisi, perlahan kegiatan pun bangkit kembali.
 
Keprihatinan dampak pandemi tersebut membuat sebagian masyarakat tidak berpangku tangan, mereka turut peduli untuk berbagi kepada sesama.
 
(CEU)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif