Fachruddin Ari Setiawan, sarjana termuda ITS. Foto: ITS/Dok. Humas.
Fachruddin Ari Setiawan, sarjana termuda ITS. Foto: ITS/Dok. Humas.

Sarjana Termuda ITS Asal Kediri, Usianya Baru 19 Tahun

Pendidikan Pendidikan Tinggi
Muhammad Syahrul Ramadhan • 13 September 2019 18:36
Jakarta: Umumnya, mahasiswa program strata 1 (S1) akan lulus dan menyandang sarjana pada usia 22 hingga 24 tahun. Namun tidak bagi Fachruddin Ari Setiawan, mahasiswa dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) ini akan diwisuda menjadi sarjana pada usia sangat muda, 19 tahun 8 bulan, Sabtu, 14 September 2019.
 
Menjadi salah satu calon sarjana dari sebuah perguruan tinggi kenamaan tentu menjadi hal yang membanggakan bagi sebagian orang. Terlebih lagi bisa lulus sarjana dalam usia belia di ITS, kampus teknologi ternama yang berjuluk Kampus Pahlawan ini.
 
Pemuda yang akrab disapa Ari ini merupakan mahasiswa Departemen Teknik Elektro, ia akan dikukuhkan sebagai sarjana termuda dalam wisuda ke-120 ITS.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Tak banyak yang mengetahui usia Fachruddin. Hanyateman-teman seangkatan dan Unit Kegiatan Mahasiswa Tari dan Karawitan (UKTK) yang diikutinya. Wajahnya memang terlihat lebih dewasa dari usia sebenarnya. Tak menggambarkan usianya yang muda.
 
Kisah sarjana temuda ITS ini sebenarnya berawal ketika ia memasuki Sekolah Dasar (SD) di usia yang cukup dini, yakni 4 tahun. Kala itu, batasan umur bagi siswa SD memang belum seketat saat ini.
 
Ari yang tinggal di desa bersama neneknya tak melalui pendidikan Taman Kanak-Kanak (TK) terlebih dahulu sebelum SD. Ari bersekolah di bawah penjagaan neneknya yang kebetulan juga mengajar di SD tersebut.
 
“Kalau mau masuk TK dulu, enggak ada yang menjaga, dan saat itu saya juga sudah dianggap mumpuni untuk bisa langsung masuk SD,” terang pria asal Kediri ini, dikutip dari siaran pers, Jumat, 13 September 2019.
 
Setelahnya, sambung putra sulung dari dua bersaudara ini, pendidikannya di jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) selesai dalam waktu normal, tiga tahun. Hingga Ari memasuki SMA Negeri 1 Kediri pada 2013, ia ternyata masuk kelas akselerasi. Sehingga menempuh jenjang SMA hanya dalam waktu dua tahun, hal itu yang membuatnya lulus jenjang SMA di usia 15 tahun.
 
Meski baru 15 tahun, namun ia mendapat dukungan orang tua untuk terus semangat melanjutkan pendidikan tinggi. “Memang begitu ajaran orang tua saya, kalau orang tuanya S-2, anaknya harus bisa S-3. Mereka yang menyemangati saya,” tandas pemuda yang juga hobi bermain karawitan ini.
 
Suasana di perkuliahan pun, lanjut Ari, tidak terlalu berbeda dengan yang dialami teman-temannya yang lain. Diskriminasi tidak ia alami sedikit pun, meski termasuk mahasiswa paling muda di departemennya.
 
Sesekali memang teman-temannya tidak percaya dengan usianya yang masih 15 tahun saat itu, namun menjadi terbiasa seiring waktu berjalan. “Dulu kalau ditanya masalah usia, saya sampai harus mengeluarkan surat-surat yang mencantumkan tanggal lahir saya supaya teman-teman saya percaya,” ungkap Ari.
 
Masa pendidikannya selama di ITS dihabiskan dengan waktu belajar normal, yakni empat tahun. Selama itu, beberapa kegiatan di sejumlah tempat sempat ia lakoni, seperti di UKTK dan juga Laboratorium Sistem dan Sibernetika Departemen Teknik Elektro.
 
Di UKTK, ia pernah menjajal posisi staf, staf ahli, ketua pelaksana pelatihan, komisi disiplin, atau hanya sekedar menjadi seorang pengajar bagi para juniornya. Sedangkan di laboratorium, Ari pernah ikut sebuah proyek milik sebuah perusahaan yang bekerja sama dengan Kementerian Pertahanan yang membuat sebuah kapal tanpa awak dengan tiga lambung.
 
Usai menyelesaikan pendidikan sarjananya dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,57, Ari pun langsung melanjutkannya ke jenjang Master (S-2) di ITS dengan beasiswa Fresh Graduate. Hal ini sejalan dengan harapannya di masa depan untuk bisa menjadi seorang dosen.
 
“Saya bukan tipe orang yang ingin bekerja di pabrik-pabrik (industri), saya ingin memperdalam pendidikan saya dan menjadi seorang pengajar,” tutup kelahiran 29 Desember 1999 ini.
 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif