Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Tastaftiyan Risfandy. Dok Humas UNS.
Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Tastaftiyan Risfandy. Dok Humas UNS.

Dosen FEB UNS Jadi Pemenang Research Grant Bank Indonesia

Pendidikan Pendidikan Tinggi Riset dan Penelitian Perguruan Tinggi UNS
Arga sumantri • 05 Mei 2021 13:13
Solo: Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Tastaftiyan Risfandy sukses memenangkan Research Grant Bank Indonesia (RGBI) 2021. Tastaftiyan mengalahkan 1.334 pendaftar internasional dan meraih hibah dari Bank Indonesia dari topik Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).
 
RGBI merupakan hibah kompetisi riset oleh Bank Indonesia yang bertaraf internasional. Kegiatan ini merupakan kegiatan tahunan dari Bank Indonesia dengan mengangkat topik-topik tertentu setiap tahun. Pada tahun ini, Tastaftiyan memenangkan hibah pada topik 'Pengembangan Ekonomi yang Berkelanjutan dan Inklusif: Peran Digitalisasi di Sektor UMKM'.
 
"Kami merasa terhormat karena kami bisa membawa nama baik UNS ke tingkat nasional dengan mengikuti kompetisi RGBI sampai pada akhirnya ditetapkan sebagai salah satu pemenang. Ini adalah kali pertama kami memenangkan kompetisi RGBI ini," ujar Tastaftiyan mengutip siaran pers UNS, Rabu, 5 Mei 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Meski baru kali pertama menang RGBI, dosen yang juga anggota dari PUI-PT Center for Fintech and Banking UNS (UNS Fintech Center) ini mengaku pernah ikut terlibat mengerjakan beberapa proyek penelitian yang berasal dari pemangku kebijakan perbankan di Indonesia yaitu Bank Indonesia (BI), Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
 
Baca: Mahasiswa Indonesia Berbagi Kisah Suka Duka Berpuasa di Taiwan
 
Tastaftiyan juga tidak sendirian dalam proses pengajuan penelitian ini. Tastaftiyan dibantu oleh tim peneliti yang terdiri atas tiga orang yakni Tastaftiyan sebagai ketua tim peneliti serta Mansor Ibrahim (International Center for Education in Islamic Finance/INCEIF-Malaysia) dan Inas Nurfadia Futri, (UNS) sebagai anggota peneliti.
 
Penelitian yang diusulkan Tastaftiyan mengangkat isu tentang peran keuangan digital dalam memaksimalkan potensi konsumsi masyarakat di Indonesia khususnya pada saat pandemi covid-19. Seperti diketahui bersama, adanya pandemi covid-19 membuat aktivitas konsumsi masyarakat Indonesia menurun karena menurunnya pendapatan. 
 
Baik rumah tangga maupun UMKM mengalami penurunan aktivitas ekonomi karena tertutupnya peluang pendapatan mereka. Padahal, konsumsi merupakan kontributor utama pertumbuhan ekonomi Indonesia. 
 
Penelitian yang diajukan ini mencoba menjawab pertanyaan apakah keuangan digital dapat membantu meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat Indonesia sehingga bisa menjadi salah satu penolong pada saat krisis ekonomi yang disebabkan oleh covid-19 ini. Keuangan digital yang dimaksudkan dalam penelitian ini diantaranya pembayaran digital, investasi digital, dan pembiayaan digital.
 
Tastaftiyan mentargetkan penelitian yang diusulkan tersebut dapat memberikan luaran saran kebijakan dan luaran publikasi. Hasil penelitian tersebut dapat dijadikan landasan bagi pemegang kebijakan ekonomi Indonesia untuk mendukung perkembangan ekosistem keuangan digital di Tanah Air.
 
"Terkait dengan luaran publikasi, kami cukup optimis bahwa hasil penelitian kami nantinya dapat dituangkan dalam sebuah artikel empiris yang dapat diajukan ke jurnal internasional bereputasi terindeks Scopus Q1-Q2, yang juga merupakan syarat mutlak dari penerima hibah RGBI ini," beber Tastaftiyan.
 
(AGA)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif