Maimunah Safiitri, 18 tahun, masuk UGM tanpa tes. Foto: Dok. UGM
Maimunah Safiitri, 18 tahun, masuk UGM tanpa tes. Foto: Dok. UGM

Maimunah, Anak Buruh Tani dari Langkat Masuk UGM Tanpa Tes

Pendidikan Pendidikan Tinggi Pendidikan Vokasi Perguruan Tinggi UGM
Citra Larasati • 30 Juni 2021 10:33
Jakarta:  Berkat semangat pantang menyerah, Maimunah Safiitri, 18 tahun, gadis asal Langkat, Sumatra Utara ini berhasil masuk Universitas Gadjah Mada (UGM) tanpa tes.  Kesulitan ekonomi yang dihadapi putri buruh tani ini pun mendapat solusi, sebab Maimunah juga menjadi penerima program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah untuk delapan semester.
 
Maimunah berhasil diterima kuliah di DV Teknik Pengelolaan dan Pemeliharaan Infrastruktur Sipil Sekolah Vokasi lewat SNMPT Undangan. Selain menjadi penerima program KIP-K yang membebaskannya dari biaya kuliah hingga delapan semester.
 
“Yang pasti senang sekali bisa diterima di UGM. Dari dulu memang ingin banget kuliah agar masa depan bisa lebih baik dan membantu mengangkat keluarga,” tutur Maimunah dikutip dari laman UGM, Rabu, 30 juni 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Maimunah tumbuh dan besar dari keluarga sederhana di sebuah kampung kecil dekat perkebunan sawit di desa Banyumas, Kecamatan Langkat, Sumatra Utara. Ia merupakan anak sulung dari dua bersaudara pasangan Sawal (45) dan Ponisih (38). 
 
Ayahanda Maimunah sehari-hari bekerja sebagai buruh tani.  “Bapak dulu sempat kerja di kebun sawit, tapi lama-lama berat kan fisik juga semakin menua. Akhirnya memilih jadi buruh tani, garap kebun milik tetangga kalau ada yang nyuruh. Alhamdulillah selalu saja ada yang dikerjakan oleh Bapak,” urainya.
 
Maimunah mengungkapkan, dari menjadi buruh tani, biasanya bapaknya bisa membawa pulang uang sekitar Rp300 ribu setiap minggunya. Meskipun tak banyak, upah tersebut bisa digunakan untuk mencukupi kehidupan keluarga mereka.
 
Baca juga:  Segudang Prestasi Antar Anak Kuli Bangunan Ini Tembus UGM
 
Kondisi keluarga yang hidup dalam kondisi pas-pasan tak lantas mematahkan semangat Maimunah untuk terus berprestasi di setiap jenjang pendidikan. Gadis kelahiran 8 Mei 2003 ini selalu meraih juara di sekolah hingga bangku SMK.
 
Ia pun berhasil meraih juara umum saat sekolah di SMKN 1 Stabat jurusan Mesin Permodelan dan Informasi Bangunan.  Tak hanya itu, sejumlah medali dan penghargaan juga berhasil dibawa pulang dari berbagai kompetisi yaitu, medali perak Olimpiade Numeradi dan Literasi Indonesia (ONLI) POSI 2021, medali perak Kompetisi Sains Indonesia (KSI) POSI 2021, medali perak Olimpiade Biologi Nasional 2021.
 
Meskipun telah mengantongi berbagai penghargaan tak lantas mejadikan Maimunah jumawa. Ia tetap saja menjadi gadis kecil yang rendah hati.
 
Keraguan sempat menghinggapinya saat akan mendaftar masuk UGM melalui Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) Undangan. Kegamangannya itu bukanlah tanpa sebab.
 
Pasalnya, ia berasal dari SMK yang menurutnya banyak orang sulit untuk tembus SNMPTN.  “Saat daftar SNMPTN jalur undangan sama guru BK sempat disarankan untuk tidak pilih UGM. Katanya berat kalau dari SMK, sayang nilai udah bagus kalau tidak lulus kan sedih,” kisahnya.
 
Namun, akhirnya ia tetap pada pendirianya. Hasilnya, ia pun dinyatakan lolos diterima di UGM. Capain itu bahkan menjadi tonggak sejarah baru bagi sekolahnya. Ia menjadi siswa pertama di sekolahnya yang berhasil diterima kuliah di UGM.
 
“Yang tembus SNMPTN di Jawa baru saya,” ucapnya.
 
(CEU)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif