Ada Buku Saku Khusus Berkomunikasi untuk Atlet Asian Games 2018
Lambang Asian Games 2018 yang berlangsung di Jakarta dan Palembang, dok: Kemlu.go.id
Jakarta:Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyiapkan buku saku untuk mendukung pelaksanaan Asian Games 2018. Buku berjudul 'Tujuh Hari Pertama di Indonesia' atau 'Your First Seven Days in Indonesia' itu ditujukan kepada atlet Asian Games yang akan berlaga di Jakarta dan Palembang, Sulawesi Selatan.

Kepala Pusat Pembinaan Badan Bahasa, Gufran Ali Ibrahim mengatakan buku saku itu membantu atlet dari luar negeri untuk berkomunikasi di Indonesia. Misalnya, percakapan sehari-hari yang dibutuhkan atlet.
 
"Misalnya ucapan selamat pagi, bertanya sedang ada di mana, di mana toilet, terima kasih, atau apa kabar. Mereka (atlet) juga punya kesempatan belajar kosakata harian dasar yang dipakai untuk sintas atau survive jika suatu saat datang kembali ke Indonesia," ujar Gufran dalam rilis yang diterima Medcom.id.


Ketua Panitia Pelaksana Asian Games 2018 Erick Thohir mengapresiasi dukungan tersebut. Erick mengatakan buku itu diberikan pada atlet saat melakukan registrasi.

"Jadi langsung jatuh ke tangan mereka. Insyaallah bulan Mei kita sudah tahu berapa jumlah atlet Asian Games 2018," kata Erick.

Menurut Erick, berdasarkan data awal, akan ada sekitar 15.000 atlet dari 45 negara di Asia yang akan berpartisipasi dalam Asian Games 2018. 
 
Selain berbentuk buku saku, Badan Bahasa Kemendikbud juga akan menyiapkan buku "Tujuh Hari Pertama di Indonesia" atau "Your First Seven-Days in Indonesia" dalam bentuk daring (online) maupun luring (offline) dengan memasukkan softcopy  ke dalam flashdisk yang sudah disiapkan Panitia Asian Games 2018 untuk atlet. 
"Syukurlah Pak Erick Thohir merespons dengan baik. Akan kami siapkan dalam bentuk buku maupun daring," tutur Gufran.
 
Ia menambahkan, dalam forum internasional, bahasa Inggris tetap boleh digunakan, tetapi tidak boleh mengabaikan pengutamaan bahasa Negara di ruang publik. Penggunaan bahasa Indonesia di forum internasional harus tetap diutamakan karena merupakan amanat Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan. 

Pengutamaan bahasa Indonesia di forum internasional yang diselenggarakan di Indonesia juga menjadi salah satu upaya untuk mewujudkan bahasa Indonesia sebagai bahasa internasional yang juga menjadi amanat undang-undang tersebut. 



(RRN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id