Peneliti Lembaga Biologi Molekular (LBM) Eijkman,  Retno Ayu Setya Utami. Foto: Tangkapan layar Zoom
Peneliti Lembaga Biologi Molekular (LBM) Eijkman, Retno Ayu Setya Utami. Foto: Tangkapan layar Zoom

Jalani Peran Istri, Ibu, dan Peneliti di Eijkman Sekaligus

Pendidikan Hari Kartini vaksin covid-19 Vaksinasi covid-19
Ilham Pratama Putra • 21 April 2021 15:43
Jakarta: Tak mudah menjalani tiga peran sekaligus, sebagai seorang istri, ibu, dan wanita karier bagi Retno Ayu Setya Utami yang juga memiliki tanggung jawab profesi sebagai peneliti vaksin di Lembaga Biologi Molekular (LBM) Eijkman.  Namun, hal itu dihadapi wanita yang akrab disapa Tami ini dengan penuh semangat.
 
Semangat menjalani berbagai peran itu hadir lewat dukungan keluarga.  "Alhamdulillah ya punya keluarga yang mendukug terutama suami ya yang mengizinkan saya untuk bekerja sesuai dengan passion saya di science," kata Tami dalam webinar Kartini-Kartini dalam Inovasi Indonesia, Rabu, 21 April 2021.
 
Jika dinalar menurut Tami, apa yang dilakukannya saat ini sangatlah tidak mungkin. Sebab seluruh peran yang dijalaninya merupakan prioritas utama.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kesulitan itu enggak tahu ya padahal saya punya dua anak dan masih kecil belum setahun, kalau bukan dapat dukungan dan bantuan dari keluarga, dari suami dan terutama teman-teman di laboratorium mungkin saya tidak tahu seperti apa. Tapi Alhamdulillah semua berjalan," sambungnya.
 
Perasaan ringan menjalani pekerjaan itu tak lepas dari soliditas para peneliti Eijkman yang kebanyakan perempuan. Bahkan Tami mengaku antareneliti perempuan di Eijkman pun saling mendukung.
 
"Kayak kemaren ketika anak saya sempat sakit misalnya, itu bukan sesuatu yang menghalangi pekerjaan untuk tetap bisa dilanjutkan. Kita bisa saling cover satu sama lain," terangnya.
 
Baca juga:  Kisah 'Kartini' di Balik Tim Vaksin Merah Putih ITB
 
Diakui Tami bekerja sebagai peneliti di Eijkman dengan beban penyelesaian vaksin merah putih memang sangat berat. Apalagi dibayangi perasaan jika vaksin ini sangat ditunggu masyarakat Indonesia.
 
"Satu Indonesia mengharapkan vaksin ini, tentu pressure ada dan kita merasakan juga. Tapi itu tidak membuat kita jadi down. Justru kita tahu kalau ini sangat penting jadi kita melakukan yang terbaik yang bisa kita lakukan di tengah pandemi ini," tutupnya.

 
(CEU)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif