Tabungan Rp1,5 Juta, Modal Anak Petani Raih Beasiswa OSC 2017
Muhammad Afnani Alifian, salah satu penerima beasiswa OSC, asal Probolinggo, Medcom.id - Husen Miftahudin
Jakarta: Pintu untuk meraih cita-cita terbuka bagi Muhammad Afnani Alifian. Setelah dinyatakan lulus seleksi online scholarship competition (OSC), Dani, demikian ia biasa disapa, pun optimistis menggapai cita-citanya untuk menjadi seorang sastrawan.

Dani kini duduk di bangku kelas III Madrasah Aliyah (MA) Nurul Jadid, Paiton, Probolinggo, Jawa Timur. Bukan hal mudah bagi Dani untuk mengikuti seleksi OSC 2017 with Avitex cat tembok.


Beberapa waktu lalu, Dani mengikuti seleksi OSC 2017. Pada akhir November 2017, namanya pun diumumkan lulus seleksi tahap awal. Artinya, Dani harus mengikuti tahapan lanjutan untuk mendapatkan beasiswa.

Bukan hal mudah bagi Dani. Jarak antara Probolinggo menuju Jakarta, sejauh kurang lebih 800 kilometer, membayangi benak remaja tersebut. Bagaimana ia bisa ke Jakarta untuk mengikuti tahapan lanjutan itu?


(Suasana proses seleksi peserta OSC 2017 di Mal Kuningan City Jakarta, Senin, 18 Desember 2017, Medcom.id - Husen Miftahudin)

Tentu, biayanya tak sedikit. Dani resah. Apalagi, orang tua tak merestui keberangkatan Dani. Sebagai buruh tani, penghasilannya pas-pasan, hanya Rp500 ribu per bulan. Itupun tak tentu. Orang tuanya tak bisa membiayai keberangkatan Dani. Hingga akhirnya, Dani diminta menggantung impiannya.

Dani kesal. Ia marah pada keadaan. Namun setelah berpikir panjang, Dani bangkit. Ia sadar tak bisa menyalahkan keadaan.

"Lalu saya mengumpulkan uang jajan. Memang tak banyak. Tapi, setidaknya cukup untuk berangkat ke Jakarta," ujar Dani saat berbincang dengan Medcom.id.

Setelah tekadnya mantap, ia kembali meminta restu orang tua. Bekalnya hanya restu orang tua dan uang sebesar Rp1,5 juta yang dikumpulkan dari tabungannya.

"Saya bertekad, datang sendirian ke Jakarta. Saya ingin tetap berjuang mendapatkan beasiswa ini," ujar Dani yang merupakan anak pertama dari dua bersaudara.

Pada Sabtu 16 Desember 2017, pukul 13.00 WIB, ia menggunakan bus dari Probolinggo menuju Bogor, Jawa Barat. Dia menempuh perjalanan selama kurang lebih 24 jam. Ia menginap di rumah kerabat di Bogor.

Senin pagi, 18 Desember 2017, usai salat Subuh, ia diantar pamannya ke Stasiun Kereta Bogor. Ia kemudian tiba di Mal Kuningan City yang menjadi lokasi seleksi OSC. Untuk memperkuat bekalnya, ia kembali membaca materi. 

Gugup terasa saat penguji memanggil namanya. Ia berusaha mengatasi kegugupannya setelah mengingat restu orang tua.

"Saya sangat berharap dan juga berdoa kepada Yang Maha Kuasa, semoga saya diloloskan dan bisa kuliah dengan semangat juang saya yang tinggi. Meskipun saya berasal dari keluarga yang kurang mampu, saya tetap semangat bahwa saya bisa menjadi seorang sastrawan untuk menyuarakan suara Islam lewat media sastra," yakinnya.

Sekitar pukul 19.00 WIB, Awarding Nights digelar. Panitia mengumumkan 240 penerima beasiswa OSC. Nama Dani disebut panitia. Ia sukses menerima beasiswa di Universitas Islam Malang (Unisma) jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia.

Dani haru bukan kepalang. Ia memanjatkan rasa syukur. Ia teringat pada orang tuanya.

"Kepada ibu dan bapak, mohon maaf kalau selama ini Dani masih kurang maksimal di hati bapak dan ibu. Dani akan berjuang ke depannya agar menjadi orang yang benar-benar membanggakan orang tua. Kedua terima kasih kepada kakek dan nenek saya yang selama ini selalu mensupport saya, termasuk tante dan om saya. Saya berharap semoga saya bisa menjadi kebanggaan kalian," kata Dani yang masih larut dalam keharuan.



(RRN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id