“Orang tua saya adalah buruh dan tukang tambal ban,” ungkap lulusan Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB University yang lulus dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) 3,87 itu, Kamis, 23 Juli 2026.
Aulia memilih Program Studi Silvikultur karena ketertarikannya terhadap alam hayati maupun ilmu ekologi. Bagi dia, hutan adalah salah satu perwujudan terbaik dari ilmu tersebut.
Hutan merupakan ekosistem kompleks yang menjadi sistem utama kehidupan. "Melalui program studi ini, saya dapat mempelajari hutan mulai dari pertumbuhan, pemeliharaan, pemanfaatan, hingga rehabilitasinya," beber dia.
Perjalanan kuliahnya bukan tanpa hambatan. Aulia merasakan pentingnya manajemen waktu untuk mempertahankan keseimbangan akademik maupun kegiatan nonakademik lainnya seperti organisasi dan berbagai kompetisi.
Baca Juga :
Vakum 4 Tahun, PSM D’Voice SV IPB University Sabet Dua Medali Emas di Ajang Internasional
Bagi dia, IPB University memberi kesempatan dan dukungan kepada mahasiswa untuk mengembangkan diri melalui kegiatan akademik maupun nonakademik, serta memperluas jejaring bersama teman dari berbagai latar belakang.
“Semua ini memperkuat saya untuk dapat berpikir kritis dan adaptif,” ungkap dia.
Bagi Aulia, momen kelulusan bukanlah tujuan akhir, melainkan pengingat proses belajar tidak pernah berhenti. Alumnus SMAN 9 Kota Bogor ini ingin terus belajar dan berproses untuk mengembangkan diri.
Ia berharap ilmu dan pengalaman yang telah diperoleh dapat bertransformasi menjadi solusi nyata yang bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungan.
"Prodi ini memberikan saya harapan dan kesempatan nyata untuk menjadi agen pelestari dan perlindungan hutan. Selain itu, Silvikultur memiliki berbagai prospek kerja kompetitif dan inovatif di bidang lingkungan," ujar dia.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda