Ilustrasi gorengan. Freepik
Ilustrasi gorengan. Freepik

Tips Sehat Makan Gorengan Saat Buka Puasa dari Ahli Gizi Unair

Renatha Swasty • 14 April 2022 11:55
Jakarta: Gorengan selalu menjadi menu andalan berbuka puasa lantaran rasanya renyah, gurih, dan pembuatannya mudah. Ahli Gizi Universitas Airlangga (Unair) Lailatul Muniroh membagikan cara mengkonsumsi gorengan yang aman dan sehat.
 
Lail menuturkan memakan gorengan perlu memperhatikan rentang waktu dan jumlah. Dia menyebut hal yang dibutuhkan tubuh saat berbuka puasa ialah minuman untuk menghidrasi dan karbohidrat sederhana untuk meningkatkan kadar glukosa tubuh.
 
“Gorengan dapat dikonsumsi setelahnya dalam jumlah tidak berlebihan, cukup satu sampai dua saja, dan itu pun tidak setiap hari," kata Lail dikutip dari laman unair.ac.id, Kamis, 14 April 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Lail menyarankan baiknya mengkonsumsi sayuran dan buah berserat tinggi saat buka puasa. Hal itu agar dapat menghambat penyerapan lemak.
 
Apalagi, pada gorengan bertepung, karena tepung bersifat menyerap minyak. Artinya, cenderung mengandung banyak lemak.
 
Dia menyebut kebutuhan lemak pada tubuh lebih banyak dibandingkan protein. "Sekitar 20-30 persen dari total kalori kebutuhan kita berasal dari lemak," tutur dia.
 
Namun, yang dibutuhkan tubuh ialah lemak baik. Misalnya, yang berasal dari omega 3 dan omega 6. Lail menyebut beberapa contoh makanan yang mengandung lemak baik.
 
“Seperti halnya ikan salmon, tuna, alpukat, kacang-kacangan, minyak zaitun, telur, keju, dan yoghurt.  Selama dikonsumsi sesuai kebutuhan, maka akan berdampak baik untuk kesehatan," ujar Lail.
 
Dosen Gizi Unair itu menegaskan terlalu sering mengkonsumsi gorengan dapat membahayakan kesehatan. Terlebih, bila kualitas minyak sudah terpakai berulang kali sehingga warnanya coklat kehitaman.
 
Lail menjelaskan pemakaian minyak berulang atau minyak jelantah membuat lemak berubah menjadi lemak trans dari lemak jenuh. Proses tersebut mengubah struktur kimia lemak, sehingga lebih sulit dicerna.
 
“Minyak juga mengalami oksidasi dan membentuk radikal bebas yang dapat meningkatkan risiko penyakit, seperti jantung, stroke, kanker, diabetes mellitus tipe 2, serta obesitas," papar dia.
 
Kepala Program Studi Gizi Unair itu menyarankan untuk makanan yang digoreng sebaiknya tidak terlalu sering dan dibatasi porsinya. “Minyak yang digunakan sebaiknya minyak yang baru, setidaknya baru digunakan satu kali untuk menggoreng," ujar dia.
 
Baca: Waspada! Makan Gorengan Pengaruhi Kesehatan Kulitmu
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif