Mendikbudristek, Nadiem Makarim. Foto: YouTube
Mendikbudristek, Nadiem Makarim. Foto: YouTube

Nadiem dan Komisi X Sepakat Penundaan Pengumuman Seleksi PPPK Guru

Pendidikan Guru seleksi cpns Kebutuhan Guru ASN Guru Honorer Guru PPPK
Ilham Pratama Putra • 23 September 2021 18:55
Jakarta:  Komisi X DPR meminta kepada pemerintah agar menunda pengumuman seleksi guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Guru tahap I. Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim pun tengah mengupayakan penundaan tersebut.
 
"Pada saat ini kita sedang mengajukan surat (kepada Panselnas) untuk penudaan tersebut, kita coba perjuangkan untuk guru honorer," sebut Nadiem saat raker dengan Komisi X DPR, di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis, 23 September 2021
 
Namun terkait berapa lama tenggat waktu penundaan Nadiem tidak membeberkannya. Rencananya, hasil seleksi tahap pertama PPPK itu akan diumumkan besok, Jumat, 23 September 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Permintaan penundaan itu disampaikan pada kesempatan yang sama oleh ketua Komisi X DPR, Syaiful Huda.  Penundaan dibutuhkan karena munculnya berbagai masalah dalam proses seleksi, dan guru honorer masih menantikan afirmasi.
 
“Kami meminta agar rencana pengumuman hasil seleksi PPPK untuk Guru Honorer Tahap I hari Jumat, 24 September 2021 sebaiknya ditunda hingga ada kepastian besaran tambahan poin afirmasi bagi para guru honorer dalam seleksi-seleksi selanjutnya," kata Huda.
 
Baca juga:  Komisi X DPR Minta Pengumuman Hasil Seleksi Tahap I PPPK Guru Ditunda
 
Huda menjelaskan, seleksi PPPK tahap I untuk 1.000.000 guru honorer memunculkan berbagai persoalan yang diprotes mayoritas guru di Indonesia.  Menurut dia, berbagai permasalahan itu di antaranya kesimpangsiuran standar prosedur terkait jadwal dan perlengkapan yang dikeluarkan pelaksana pusat.
 
"Kondisi itu berakibat banyak peserta tidak dapat mengikuti ujian seleksi PPPK dan perbedaan perlakukan kepada peserta ujian akibat kebijakan yang tidak konsisten," ujarnya.
 
Permasalahan kedua, menurut Huda, tidak selarasnya kisi-kisi dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Riset Teknologi untuk dipelajari guru honorer sebelum ikut seleksi dengan materi soal yang diujikan. Hal itu, menurut dia, mengakibatkan persiapan teknis yang dilakukan guru honorer peserta seleksi PPPK tidak banyak berarti.
 
(CEU)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif