Dirjen GTK, Kemendikbud, Iwan Syahril. Foto: Zoom
Dirjen GTK, Kemendikbud, Iwan Syahril. Foto: Zoom

PTM, Guru Diminta Tidak Tancap Gas Sampaikan Materi

Pendidikan guru Pembelajaran Tatap Muka
Ilham Pratama Putra • 04 Desember 2020 10:52
Jakarta: Pembelajaran Tatap Muka (PTM) akan kembali digelar pada Januari 2021 meski di tengah pandemi covid-19. Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Iwan Syahril meminta para guru untuk tidak langsung memberikan materi pelajaran.
 
"Jangan langsung tancap gas dengan materi-materi yang selama ini mungkin sudah lama tidak tersampaikan dengan baik," ujar Iwan dalam Peluncuran Seri Webinar Guru Belajar Persiapan Penyelenggaraan Pembelajaran Semester Genap 2020/2021, Jumat, 4 Desember 2020.
 
Guru tidak diminta untuk langsung buru-buru mengajar materi yang berkaitan dengan konten. Tapi harus terlebih dahulu memperhatikan kondisi psikososial peserta didik.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Nah ini yang mungkin kita perlu harus lihat kembali, yang perlu dilakukan justru adalah membina kondisi sosial emosional anak kondisi psikososial mereka sebelum mereka kemudian merasa siap untuk belajar atau konten yang akan diberikan," terang Iwan.
 
Baca juga:  Jelang Pembelajaran Tatap Muka, Kemendikbud Siapkan Pelatihan Guru
 
Lalu guru juga perlu melakukan asesmen diagnostik secara nonkogfiktif ataupun secara kognitif. Dalam hal ini, guru memerlukan strategi karena terdapat perbedaan murid akibat Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang berlangsung selama lebih dari sembilan bulan.
 
"Mungkin ada yang di bawah rata-rata atau ada yang sudah on the right track, ada yang sudah mungkin agak lebih maju dari teman-temannya. Strategi diferensiasi, bagaimana pengelolaan ini kemudian bisa dikembangkan untuk tutor sebaya.
 
Misalnya guru pun juga bisa dibantu oleh temannya siswa yang lebih mampu untuk siswa yang tertinggal," ungkap Iwan.
 
Lebih lanjut, Iwan juga mengatakan pemerintah daerah juga harus turut serta dalam penyesuaian pembelajaran. Daerah harus jeli melihat perbedaan-perbedaan yang terjadi di kecamatan dan kelurahan.
 
"Jadi kemampuan sekolah tidak bisa dipukul rata. Perlu ada intervensi dan variasi berbeda saat PTM. Inilah tantangan kita semua dalam mencukupi kebutuhan pembelajaran di tengah pandemi," tutup Iwan.
 
(CEU)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif