Guru sedang mengajar di muka kelas, MI/Panca Syurkani.
Guru sedang mengajar di muka kelas, MI/Panca Syurkani.

Tanpa Potongan, BSU Guru Honorer Pendidikan Islam Disalurkan Sekaligus

Pendidikan Kesejahteraan Guru Bantuan Pendidikan Guru Honorer Anggaran Pendidikan Nadiem Makarim
Citra Larasati • 02 Desember 2020 11:48
Jakarta:  Kementerian Agama (Kemenag) akan segera menyalurkan Bantuan Subsidi Upah (BSU) bagi Guru nonPNS pada Satuan Pendidikan Islam (pendis). Hal itu ditandai dengan terbitnya Keputusan Dirjen Pendidikan Islam No 6402 tahun 2020 tentang Petunjuk Teknis Bantuan Subsidi Upah bagi Guru Bukan PNS pada Satuan Pendidikan Islam Tahun 2020.
 
Bersamaan itu, terbit juga Keputusan Dirjen Pendidikan Islam Nomor 6574 tahun 2020 tentang Penetapan Penerima BSU Langsung bagi Guru Bukan PNS pada Satuan Pendidikan Islam Tahun 2020.
 
“Hasil verifikasi akhir, total ada 542.901 Guru bukan PNS pada RA/Madrasah yang akan menerima BSU. Juga ada  93.480 guru Pendidikan Agama Islam bukan PNS di Sekolah Umum. Jadi totalnya ada 636.381 guru bukan PNS pada satuan Pendidikan Islam yang akan menerima BSU,” jelas Dirjen Pendidikan Islam Muhammad Ali Ramdhani di Jakarta, Rabu, 2 Desember 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Bantuan disalurkan kepada guru yang berhak menerima secara langsung melalui rekening yang bersangkutan. "Penyaluran bantuan dibayarkan satu kali untuk tiga bulan sekaligus, Oktober, November, dan Desember 2020 dengan besaran Rp600ribu per orang per bulan sehingga totalnya Rp1,8juta. Tanpa potongan,” sambungnya.
 
Baca juga:  Bantuan Kuota Internet untuk PJJ Madrasah Mulai Disalurkan
 
Meski jumlahnya tidak besar, Dhani berharap BSU ini dapat meningkatkan motivasi, kinerja, dan kesejahteraan guru bukan PNS pada satuan pendidikan Islam pada masa pandemi Covid-19. Hal ini penting, karena guru merupakan sumber daya utama dalam kelangsungan proses penyelenggaraan pendidikan pada satuan pendidikan. 
 
“Kita semua merasakan, pandemi covid-19 telah berdampak sosial dan ekonomi yang sangat signifikan, tidak terkecuali menurunnya pendapatan guru. Padahal, tuntutan mutu dan kualitas penyelenggaraan pendidikan Islam harus tetap dijaga. Semoga BSU ini bisa sedikit membantu mereka,” ujar Guru Besar UIN Sunan Gunung Djati Bandung ini.
 
Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) M Zain menambahkan, penerima BSU adalah guru yang tercatat di Emis, Simpatika, atau SIAGA. Mereka adalah para guru yang telah diverifikasi memenuhi criteria sebagai penerima bantuan, yaitu:
 
1. Memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK), 
2. Berpenghasilan kurang dari Rp5 juta rupiah, 
3. Bukan penerima program pra kerja, 
4. Bukan penerima BSU lainnya, dan 
5. Tercatat pada Emis, Simpatika, atau SIAGA yang telah direview oleh Itjen Kemenag dan dipadankan dengan data penerima program Pra Kerja dan BSU lainnya melalui BPJS.
 
“Semoga BSU ini bisa meningkatkan kesejahteraan guru bukan PNS di tengah pandemi. Juga bisa memotivasi mereka dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya dalam proses pembelajaran dan atau bimbingan kepada peserta didik,” tandasnya.
 
(CEU)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif