Mendikbud, Nadiem Makarim. Foto: Medcom.id
Mendikbud, Nadiem Makarim. Foto: Medcom.id

HGN 2020, Nadiem Pertegas Komitmen Menyejahterakan Guru

Pendidikan Hari Guru Nasional Kesejahteraan Guru Guru Honorer Nadiem Makarim
Ilham Pratama Putra • 25 November 2020 09:51
Jakarta: Dalam momentum Hari Guru Nasional (HGN) 2020, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim mempertegas komitmennya untuk memperjuangkan hak para pendidik.  Utamanya untuk kesejahteraan guru.
 
"Kami berkomitmen dan bersungguh-sungguh untuk terus memperjuangkan hak para pendidik melalui kebijakan rekrutmen guru ASN (Aparatur SIpil Negara), pengembangan pendidikan, peningkatan profesionalisme, dan peningkatan kesejahteraan guru," kata Nadiem dalam sambutan saat upacara HGN yang disiarkan melalui YouTube dari Gedung Kemendikbud Jakarta, Rabu, 25 November 2020.
 
Baca juga:  Hari Guru Nasional di Tengah Pandemi, Ini Pesan Nadiem Makarim

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Nadiem juga menjelaskan, berbagai kebijakannya untuk membantu para guru di masa pandemi. Salah satunya bantuan kuota data internet hingga fleksibilitas penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).
 
"Ketiga Pengalokasian BOS Afirmasi dan BOS Kinerja untuk bantuan covid-19 di sekolah negeri dan swasta yang paling terdampak pandemi covid-19. Keempat Bantuan Subsidi Upah (BSU) untuk guru dan tenaga kependidikan non-PNS," sambung Nadiem.
 
Pihaknya juga melakukan penyederhanaan kurikulum darurat di tengah pandemi. Membuat program guru belajar, laman guru berbagi, dan program Belajar Dari Rumah di siaran TVRI.
 
"Juga ada seri Webinar Masa Pandemi dan sebagainya. Semua kebijakan dan program ini tidak lain dirancang untuk membantu sebanyak mungkin guru dan tenaga kependidikan agar mampu melanjutkan pembelajaran untuk anak-anak Indonesia," jelas Nadiem.
 
Baca juga:  Nadiem: Profesi Guru Mulia dan Terhormat
 
Khusus di 2021, untuk mendorong kesejahteraan guru, pihaknya juga membuka seleksi guru honorer untuk menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K). Hal ini juga untuk memperbaiki kondisi kesejahteraan para guru yang berprestasi namun masih berstatus honorer.
 
"Kami berkomitmen memperjuangkan guru-guru honorer melalui seleksi yang demokratis bagi guru-guru non-PNS menjadi guru ASN PPPK dengan kuota cukup besar sesuai kebutuhan masing-masing daerah," pungkasnya.
 
(CEU)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif