Mendikbud Nadiem Makarim.Zoom
Mendikbud Nadiem Makarim.Zoom

Nadiem: Seleksi Guru PPPK 2021 Bakal Berbeda

Pendidikan Kesejahteraan Guru Bantuan Pendidikan Guru Honorer Anggaran Pendidikan Nadiem Makarim
Ilham Pratama Putra • 23 November 2020 16:57
Jakarta: Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim menyebut akan ada satu juta guru honorer yang diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) pada 2021. Besaran formasi itu menjadikan seleksi guru PPPK berbeda dari tahun sebelumnya.
 
"Jika tahun sebelumnya terbatas, di tahun 2021 ini akan berubah. Semua guru honorer dan lulusan Pendidikan Profesi Guru (PPG) bisa mendaftar dan mengikuti tes seleksi tersebut dan semua yang lulus akan dijamin menjadi guru PPPK hingga batas sampai dengan 1 juta guru," ungkap Nadiem dalam siaran YouTube Kemendikbud, Pengumuman Seleksi Guru PPPK tahun 2021, Senin, 23 November 2020.
 
Agar target satu juta guru terpenuhi, pihaknya mengundang Pemerintah Daerah (Pemda) untuk mengajukan formasi sebanyak mungkin sesuai kebutuhannya. Saat ini, dalam data Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) baru masuk 174.077 formasi guru PPPK yang tersebar di 370 kabupaten, 89 kota pada 32 provinsi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Padahal kita mengetahui bahwa kebutuhan kebutuhan guru ASN kita jauh lebih besar dari itu sampai satu juta. Jadinya masih ada gap, masih ada masih ada yang harus kita tutupi perbedaan antara formasi yang sudah diterima sama jumlah yang seharusnya ada," terang Nadiem.
 
Baca: Pengajuan Kebutuhan Guru PPPK Diperpanjang Hingga 31 Desember
 
Pihaknya menjamin jika anggaran seleksi pun telah dipersiapkan oleh pemerintah pusat. Bahkan satu orang guru dapat mengikuti seleksi hingga tiga kali agar dapat lolos menjadi guru P3K tanpa dikenakan biaya sama sekali.
 
"Jadi kalau dia gagal pada kesempatan yang pertama dia dapat belajar lagi, belajar ulang dan mengulang ujian hingga dua kali lagi. Jadi total itu bisa mengambil tiga kali tes tersebut," terang Nadiem.
 
Para pendaftar juga nantinya akan diberikan materi persiapan untuk menghadapi tes seleksi. Pihaknya ingin memeastikan guru honorer memiliki kesempatan yang adil dalam mempersiapkan diri sebelum ujian seleksi.
 
"Ini adalah perubahan-perubahan yang transformatif dari proses seleksi sebelumnya dan yang sekarang. Kita benar-benar memberikan kesempatan yang adil untuk semua guru honorer membukti kehandalannya ,membuktikan kompetensinya untuk bisa menjadi ASN," tutup Nadiem.
 
(AGA)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif