Mendikbudristek Nadiem Makarim dalam rapat kerja dengan Komisi X DPR. Foto: Dok Medcom.
Mendikbudristek Nadiem Makarim dalam rapat kerja dengan Komisi X DPR. Foto: Dok Medcom.

Nadiem: 100 Ribu Guru Honorer Lolos Seleksi PPPK Tahap Pertama

Pendidikan Guru Kesejahteraan Guru Kebutuhan Guru Guru Honorer Nadiem Makarim Guru PPPK
Ilham Pratama Putra • 23 September 2021 11:41
Jakarta: Seleksi tahap pertama guru honorer menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) telah selesai. Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim menyebut sekitar 100 ribu orang dinyatakan lolos seleksi.
 
"Berdasarkan hasil seleksi pertama saja ya sekitar hampir 100 ribu guru honorer di Indonesia akan segera diangkat menjadi guru PPPK," ujar Nadiem dalam Rapat Kerja bersama Komisi X DPR, Kamis, 23 September 2021.
 
Menurut Nadiem, guru honorer yang telah lolos patut mendapat apresiasi. Pasalnya, mereka sudah berjuang luar biasa.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Nadiem mengatakan jumlah guru honorer yang akan lolos menjadi PPPK masih bisa bertambah. Sebab, akan ada seleksi tahap ke dua dan ketiga.
 
"Berarti sekitar 100 ribu guru honorer dari seluruh Indonesia akan segera diangkat menjadi guru PPPK dan lebih banyak lagi akan diangkat setelah ujian seleksi kedua dan ketiga," terangnya.
 
Baca: Rapat dengan Nadiem, Komisi X: Guru Kesulitan Tembus Passing Grade Seleksi PPPK
 
Dia menyebut pengumuman lengkap hasil seleksi tahap pertama akan segera dilakukan. Rencananya, kata dia, pengumuman akan dilakukan pada Jumat 24 September 2021.
 
"Pengumuman lengkap hasil ujian seleksi pertama dilakukan beberapa hari ke depan ini, Kemendkbudristek saat ini mendengarkan aspirasi masyarakat yang memperjuangkan afirmasi tambahan," tuturnya.
 
Sebelumnnya, sejumlah kritikan mencuat terkait pelaksanaan seleksi PPPK Guru tahap pertama. Salah satunya, terkait nilai ambang batas kelulusan atau passing grade yang dinilai terlalu tinggi. Banyak guru disebut gugur akibat tak mampu menembus passing grade tersebut.
 
Bukan hanya itu, soal tes juga dikeluhkan lantaran tak sesuai dengan kisi-kisi yang dikeluarkan Kemendikbudristek. Ada juga suara yang meminta afirmasi untuk guru honorer yang telah lama mengabdi agar diluluskan tanpa tes.
 
(AGA)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif