Koordinator Nasional P2G Satriwan Salim. Zoom
Koordinator Nasional P2G Satriwan Salim. Zoom

P2G Minta Pendamping Guru Penggerak Juga Masuk Syarat Calon Kepala Sekolah

Pendidikan Kebijakan pendidikan Program Pendidikan Kepala Sekolah Guru Penggerak
Ilham Pratama Putra • 25 Januari 2022 16:15
Jakarta: Calon kepala sekolah diwajibkan untuk memiliki sertifikat Guru Penggerak. Hal itu tertuang dalam Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Permendikbudristek) Nomor 40 tahun 2021.
 
Namun, Perhimpunan untuk Pendidikan dan Guru (P2G) ada hal yang janggal dari aturan tersebut. Pasalnya, guru yang menjadi pendamping, pelatih, dan asesor dalam Guru Penggerak malah tak bisa menjadi kepala sekolah.
 
"Pelatih Guru Penggerak, kemudian asesor Guru Penggerak dan pendamping Guru Penggerak, tiga komponen ini sayangnya tidak menjadi syarat untuk jadi kepala sekolah," kata Koordinator P2G, Satriwaan Salim kepada Medcom.id, Selasa, 25 Januari 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurutnya, hal ini tidak adil bagi guru yang menjadi pendamping tersebut. "Artinya masa pelatih enggak bisa jadi kepala sekolah, sedangkan yang dilatih bisa jadi kepala sekolah," tuturnya.
 
Baca: Syarat Calon Kepala Sekolah Bersertifikat Guru Penggerak Bikin Susah Sekolah Swasta
 
Ia menganggap Permendikbudristek tersebut tidak akomodatif, bahkan diskriminatif bagi para guru. Meski berada di dalam program, namun karena bukan sebagai Guru Penggerak akhirnya mereka tak memiliki kesempatan untuk menjadi kepala sekolah.
 
Menurutnya, aturan itu mempersempit peluang guru hebat dan berprestasi untuk menjadi kepala sekolah. Karena pendamping guru penggerak, pelatih guru penggerak, dan asesor guru penggerak ini pun telah dipilih lewat seleksi yang kompetitif.
 
"Bayangkan mereka ini kan orang terpilih juga. Masak yang bisa menjadi kepala sekolah hanya guru penggerak yang notabene anak didik. Ini diskriminasi," 
 
P2G meminta aturan disempurnakan. Pelatih hingga asesor pendamping Guru Penggerak juga menjadi syarat kepala sekolah. "Tak hanya Guru Penggerak saja kalau mau berkeadilan," tutur dia.
 
(AGA)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif