Koordinator Nasional P2G Satriwan Salim. Zoom
Koordinator Nasional P2G Satriwan Salim. Zoom

P2G: Guru Belum Siap Blended Learning

Pendidikan Pendidikan Jarak Jauh Pembelajaran Tatap Muka Hardiknas 2021
Ilham Pratama Putra • 05 Mei 2021 15:14
Jakarta: Koordinator Nasional Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G), Satriwan Salim menyatakan persoalan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang paling utama ialah kesenjangan atau gap digital. Hal inilah yang membuat PJJ terus terkendala.
 
"Persoalan PJJ yang paling jelas adalah gap digital antara Aceh sampai Papua. Kita tahu semua tersentra di Jakarta atau pulau Jawa," kata Satriwan dalam sebuah talkshow daring dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), Rabu 5 Mei 2021.
 
Ia mengatakan masalah infrastruktur digital bukan hanya terjadi di daerah tertinggal. Kasus ini bisa ditemukan di Bogor. "11 persen sekolah di Bogor itu skemanya masih guru kunjung apalagi Nusa Tenggara Timur (NTT), Papua dan seterusnya," sebut dia.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Mengantisipasi kegagalan PJJ, pemerintah pun akhirnya membuka keran Pembelajaran Tatap Muka (PTM) secara terbatas. Namun, kata dia, masalah lain pun berpotensi muncul dengan adanya PTM terbatas.
 
Baca: Legislator: Vaksinasi Guru Belum Jamin Keamanan PTM
 
Sebab, PTM terbatas juga belum dilakukan seutuhnya. Artinya, ada siswa yang di sekolah, dan masih ada siswa yang harus mengikuti pembelajaran darng.
 
Menurut Satriwan, pembelajaran yang dikenal dengan metode campuran atau blended learning itu memiliki tantangan tersendiri. Terlebih, guru tak memiliki pengalaman dalam menggelar PTM dan PJJ secara bersamaan.
 
"Ketika kita sekolah di LPTK, metode blended learning itu tidak diberikan. Kita kan hanya disiapkan untuk tatap muka, bukan tatap muka sekaligus tatap maya," tutur dia.
 
(AGA)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif